Iran Dituduh Menculik Keluarga Jurnalis Sebagai Balasan Atas Liputan Perang

EtIndonesia. Iran menahan anggota keluarga jurnalis Iran International pada hari Sabtu (21/6) sebagai balasan atas liputan saluran tersebut tentang perang negara itu dengan Israel, mengancam akan menahan mereka sampai jurnalis itu mengundurkan diri dari jabatannya.

Saluran berita Farsi yang berbasis di London mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengutuk keras penculikan keluarga jurnalisnya, menyebutnya sebagai “tindakan penyanderaan yang mengerikan yang bertujuan untuk memaksa kolega kami mengundurkan diri dari jabatannya.”

“Taktik yang sangat tercela ini menandai eskalasi berbahaya dalam kampanye kejam rezim untuk membungkam perbedaan pendapat dan menekan jurnalisme independen,” kata saluran berita tersebut.

Penahanan tersebut menandai contoh terbaru dari upaya lama Iran untuk menindak tidak hanya jurnalis Iran di dalam negeri tetapi juga mereka yang berada di luar negeri yang masih memiliki keluarga dan teman yang tinggal di Iran. Republik Islam adalah salah satu negara yang paling banyak memenjarakan jurnalis di dunia, menurut Komite Perlindungan Jurnalis, dan bahkan di saat-saat terbaik, wartawan menghadapi pembatasan yang ketat.

Penyiar tersebut mengatakan bahwa Garda Revolusi paramiliter Iran membawa ibu, ayah, dan adik laki-laki presenter tersebut ke lokasi yang tidak diketahui. Wartawan tersebut, yang namanya tidak diungkapkan oleh media tersebut, kemudian menerima panggilan telepon dari ayahnya Sabtu pagi, yang mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatannya, menurut Iran International. Suara agen keamanan terdengar di latar belakang memberi tahu ayahnya apa yang harus dikatakan.

“Saya sudah menyuruhmu seribu kali untuk mengundurkan diri. Konsekuensi apa lagi yang kamu harapkan?” kata Iran International kepada ayahnya. “Kamu harus mengundurkan diri.”

Penyiar berbahasa Persia seperti Iran International dan BBC Persia telah lama menjadi target Republik Islam, mengingat fakta bahwa mereka menyiarkan dalam bahasa asli dan banyak orang Iran, baik di dalam maupun luar negeri, mengandalkan mereka untuk mendapatkan berita, terutama tentang perang Iran-Israel terkini di tengah pemblokiran internet resmi.

Iran International khususnya telah menjadi incaran Teheran dalam beberapa tahun terakhir atas programnya yang mengkritik pemerintahan teokratis di Teheran. Pemerintah Iran telah menyebut kantor berita itu sebagai organisasi teroris. Salah satu jurnalisnya ditikam pada tahun 2024 dalam sebuah serangan yang diduga dilakukan oleh Iran, sementara beberapa orang ditangkap atas dugaan rencana untuk menargetkan orang lain di saluran tersebut.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine