Catatan redaksi: Festival pemikiran bebas terbesar di dunia — FreedomFest — tahun ini diselenggarakan pada 11–14 Juni 2025 di Palm Springs Convention Center, California, Amerika Serikat dan menarik puluhan ribu peserta. CEO Grup Media Epoch Times dan New Tang Dynasty (NTD), Janice Trey, hadir sebagai tamu kehormatan dalam seminar bertajuk Truth Uncensored: The new media Revolution challenging the Status Qu atau “Kebenaran yang Tidak Disensor: Revolusi Media Baru yang Menantang Status Quo” yang digelar pada 12 Juni. Dalam seminar itu, ia memaparkan bagaimana Grup Media Epoch Times–NTD terus menjaga independensinya dalam menghadapi tekanan dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), sensor teknologi, hingga serangan terhadap para staf demi menyampaikan kebenaran kepada pembaca.
Berikut adalah terjemahan isi pidato Janice Trey terjemahkan dalam bahasa Indonesia:
Saat ini, membicarakan kebenaran, sistem sensor, serta bagaimana membangun kepercayaan menjadi sangat penting.
Sebab, masyarakat kita telah dimanipulasi oleh perusahaan teknologi besar yang mengontrol informasi melalui algoritma dan platform mereka.
Mengetahui kebenaran sekarang lebih penting daripada kapan pun sebelumnya—karena informasi yang Anda terima mungkin telah dikendalikan oleh kekuatan di balik layar, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Tentang Grup Media Epoch Times dan NTD
Grup Media Epoch Times–New Tang Dynasty (NTD) adalah media independen, internasional, dan nirlaba.
Sumber pendanaan kami berasal dari langganan pembaca, sehingga kami hanya bertanggung jawab kepada pembaca dan penonton, bukan kepada konglomerat, investor, kelompok kepentingan, atau lembaga pemerintah.
Menjaga independensi adalah kunci bagi kami untuk dapat menyampaikan kebenaran.
Epoch Times dan NTD didirikan oleh sekelompok elit Tionghoa-Amerika yang melarikan diri dari rezim PKT. Mereka secara langsung mengalami Revolusi Kebudayaan, Tragedi Tiananmen, serta penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.
Falun Gong adalah metode latihan spiritual dari tradisi Buddha yang menggabungkan meditasi duduk dan gerakan mirip Tai Chi, dengan prinsip utama: “Sejati, Baik, dan Sabar.”
Sejak awal, mengejar kebenaran telah menjadi nilai inti kami.
Kami memegang teguh standar tinggi jurnalisme tradisional, yang kini sudah nyaris punah di media arus utama.
Jangkauan Global
Saat ini, laporan kami menjangkau 35 negara dalam 23 bahasa.
Secara digital, kami menyentuh sekitar 5,5 juta orang setiap hari,
dan versi cetak mingguan kami memiliki oplah lebih dari 700.000 eksemplar.
Kami juga memiliki 4 satelit, dengan jangkauan lebih dari 100 juta orang,
ditambah siaran melalui televisi kabel dan berbagai platform OTT lainnya yang tersebar di seluruh dunia.
Sensor Teknologi oleh Perusahaan Teknologi Besar
Kita sungguh perlu bersatu untuk melawan sistem sensor.
Izinkan saya memberikan contoh:
Pada tahun 2019, kami memiliki 70 juta pengikut di Facebook. Namun, dalam semalam, Facebook tiba-tiba menghentikan seluruh iklan kami.
Sebelumnya, kami bisa mendapatkan 17.000 pelanggan baru setiap bulan, namun karena tidak lagi bisa beriklan, pertumbuhan langganan kami langsung terhenti.
Kemudian pada 20 Januari 2021, tepat saat pelantikan Presiden AS, tiga program unggulan kami — American Thought Leaders, Crossroads, dan Facts Matter — semuanya dicabut dari fitur monetisasi.
Meski iklan tetap tayang, kami tidak lagi mendapat keuntungan, ini adalah bentuk penindasan sistematis.
Yang lebih parah, pada 19 Mei 2023, kami dihilangkan dari Google News dan Google Discover.
Itu artinya, jika Anda bukan pelanggan kami, Anda bahkan tidak bisa menemukan artikel kami.
Kami menerbitkan lebih dari 5.000 laporan per bulan, lebih dari 200 per hari, namun semuanya tidak bisa ditemukan, karena mereka tidak ingin kalian melihat kebenaran.
Kami juga pernah menerbitkan lebih dari 14.000 artikel kesehatan di platform Epoch Health, semuanya berdasarkan penelitian ilmiah dan standar jurnalistik, namun tetap diblokir, karena kami melaporkan efek samping vaksin COVID.
Kini bahkan pemerintah sudah mengakui dan menyarankan ibu hamil dan anak-anak untuk menghindari vaksin COVID, tapi kami sudah melaporkannya jauh lebih dulu.
Sejak awal tahun 2020, kami juga telah merilis dokumenter yang menyebut asal-usul virus COVID berasal dari laboratorium di Wuhan.
Dukung Kami
Oleh karena itu, saya mendorong kalian untuk membagikan konten kami, berlangganan, dan memberi donasi.
Hanya dengan cara ini kita bisa menguatkan ekosistem media independen,
dan terus menyebarkan kebenaran ke seluruh dunia,
karena ini sungguh sangat penting.
Staf Epoch Times Tak Takut Ditekan
Fakta, tradisi, dan harapan adalah prinsip panduan kami.
Hukum emas dalam jurnalisme adalah mencari dan memberitakan kebenaran.
Kami selalu berpegang teguh pada prinsip ini, meski dengan pengorbanan besar.
Beberapa jurnalis kami dipenjara karena memberitakan kebenaran,
keluarga jurnalis kami di Tiongkok mengalami pelecehan,
jurnalis kami di Hong Kong, Sarah Rung, diserang di luar rumahnya,
jurnalis kami yang bertugas di Gedung Putih juga diserang dalam perjalanan ke tempat kerja,
dan bahkan saya sendiri diserang di luar kantor sebelum menghadiri konferensi ini.
Saya rasa mereka tidak ingin saya menyampaikan kebenaran kepada kalian.
Namun bagi kami, kebenaran tidak bisa dikompromikan.
Kami memiliki komitmen yang teguh terhadap kebenaran, berapapun harganya,
karena kebenaran bisa menyelamatkan nyawa.
Pada tahun 2003 saat wabah SARS terjadi, bahkan Wall Street Journal mengakui bahwa Epoch Times-lah yang pertama kali mengungkap informasi tentang wabah tersebut.
Kami-lah yang memaksa pemerintah Beijing mengakui wabah itu.
Pikirkan berapa banyak nyawa yang diselamatkan waktu itu,
dan bayangkan jika wabah berikutnya datang.
Jika Anda berlangganan Epoch Times, Anda bisa mendapatkan informasi langsung dari Tiongkok,
dan memahami bagaimana PKT menekan masyarakat Amerika secara lintas negara,
sehingga Anda bisa lebih siap menghadapinya.
Ancaman Bom terhadap Shen Yun Performing Arts
Izinkan saya memberi contoh lain:
Shen Yun Performing Arts adalah perusahaan Amerika yang berdiri pada tahun 2006,
yang menampilkan kebudayaan tradisional Tiongkok selama 5.000 tahun,
yaitu Tiongkok sebelum komunisme.
Pertunjukan ini adalah kelas dunia,
menggabungkan tari klasik, orkestra langsung, dan layar latar digital yang dinamis,
yang setiap tahunnya menarik lebih dari satu juta penonton.
Namun, Shen Yun juga mengalami ancaman bom dan pelecehan,
karena PKT tidak ingin grup seni pertunjukan terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia
bisa tur ke lebih dari 200 kota dan menjangkau jutaan orang.
Ini adalah penindasan terhadap kebebasan.
Rezim totaliter seperti PKT tidak bisa hidup berdampingan dengan dunia bebas yang diwakili oleh Amerika.
Tujuan utama PKT adalah menghancurkan Amerika Serikat.
Melawan Infiltrasi PKT dan Mengakhiri Komunisme
Karena itu, bagi Anda semua para pembela kebebasan yang hadir di sini hari ini, keberadaan Anda sangatlah penting.
Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menyebarkan kebenaran dan melawan penindasan lintas negara ini.
Tolong sampaikan kepada anggota parlemen, gubernur, walikota, dan pejabat di semua tingkatan bahwa kita tidak boleh membiarkan kekuatan asing ikut campur dalam pemilu kita, menyuap politisi kita, dan mengganggu kebebasan yang kita junjung tinggi.
Ingatlah:
Komunisme adalah musuh kebebasan, musuh iman, dan musuh kemanusiaan.
Dengan semua pejuang kebebasan di atas panggung, ditambah Anda para penonton dan pemirsa daring,
jika kita bekerja sama, kita bisa mengakhiri komunisme, dan mewujudkan kebebasan sejati:
kebebasan beragama, kebebasan di internet, dan kebebasan pers.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Presiden Ronald Reagan:
“Robohkan tembok ini!”
Hari ini, kita juga bisa berkata kepada rezim PKT:
“Robohkan Tembok Api Internet!”
Alat Penembus Sensor Internet: FreeGate
Faktanya, para praktisi Falun Gong telah mengembangkan alat untuk menembus sensor internet yang disebut FreeGate (Gerbang Kebebasan).
Anda bisa memberi tahu teman-teman Anda di Tiongkok bahwa mereka bisa menggunakan alat ini untuk mengakses internet secara bebas,
dan mengakses informasi yang bisa kita baca di sini, seperti menggunakan VPN.
Bersatu Membela dan Menyebarkan Kebebasan
Hanya ada satu jalan untuk membela dan menyebarkan kebebasan, yaitu:
Bersatu, menolak kediktatoran, dan menolak sensor.
Kebebasan pada akhirnya akan menang.
Dikutip dari Epoch Times / Editor: Lin Qing


