EtIndonesia. Saat berpidato di Gedung Putih pada 21 Juni 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyoroti keberhasilan serangkaian serangan Amerika Serikat yang menargetkan situs nuklir Iran, serta memperingatkan kemungkinan serangan yang jauh lebih dahsyat jika Iran memilih untuk melakukan pembalasan.
“Tujuan kami adalah menghancurkan kemampuan pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor terorisme nomor satu di dunia. Malam ini saya dapat menyampaikan kepada dunia bahwa serangan-serangan tersebut merupakan keberhasilan militer yang spektakuler,” ujar Trump.
Serangan ini menandai keterlibatan langsung AS dalam kampanye militer yang telah dimulai oleh Israel seminggu sebelumnya, melalui serangan mendadak pada dini hari 13 Juni. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan operasi mendadak negaranya itu sebagai langkah untuk menghilangkan program nuklir Iran dan melumpuhkan kemampuan nuklir ofensifnya.
Serangan Israel itu terjadi satu hari sebelum perwakilan Iran dan AS dijadwalkan mengadakan putaran keenam perundingan, dengan tujuan AS membatasi program nuklir Iran. Namun, Iran mundur dari pembicaraan tersebut setelah serangan Israel.
Sejauh ini, Iran telah menanggapi serangan Israel dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone serang bermuatan bahan peledak ke wilayah Israel. Beberapa senjata tersebut mulai berhasil menembus jaringan pertahanan udara Israel, menyebabkan kerusakan, korban luka, dan korban jiwa.
Saat menyampaikan pidatonya di Gedung Putih, Trump memperingatkan Iran agar tidak terus melanjutkan pertempuran.
“Iran, si pembuli dari Timur Tengah, sekarang harus memilih untuk berdamai. Jika tidak, serangan berikutnya akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah,” ujar Trump.
Trump menyatakan bahwa masih banyak target tersisa di Iran, tetapi target yang dihantam pasukan AS pada hari Sabtu adalah yang paling sulit.
Sementara operasi awal Israel telah menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur militer dan nuklir Iran, fasilitas pengayaan uranium Iran di Fordow tetap menjadi target sulit yang tidak bisa dihancurkan oleh pasukan Israel sendirian.
Fasilitas Fordow terletak ratusan kaki di bawah tanah, tersembunyi di wilayah pegunungan Iran. Para analis militer menilai bahwa pembom siluman B-2 Spirit Angkatan Udara AS yang membawa bom penembus bunker seberat 30.000 pon, yang dikenal sebagai GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator, merupakan cara paling efektif untuk menghancurkan situs nuklir yang diperkuat tersebut.
Pada Sabtu pagi, muncul laporan bahwa pembom B-2 telah lepas landas dari Amerika Serikat pada malam 20–21 Juni dan terbang ke arah barat.
Sabtu malamnya, pembawa acara Fox News, Sean Hannity, melaporkan bahwa ia telah berbicara dengan Trump setelah serangan AS. Hannity mengatakan bahwa Trump memberitahunya bahwa pembom B-2 menjatuhkan lima atau enam bom penembus bunker berat ke fasilitas Fordow, sementara kapal selam AS menembakkan 30 rudal Tomahawk ke fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Isfahan.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa fasilitas nuklir utama Iran kini “telah benar-benar dan sepenuhnya dimusnahkan.”
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, telah mengonfirmasi bahwa fasilitas Fordow, Natanz, dan Isfahan telah terkena serangan.
Tingkat kerusakan penuh terhadap fasilitas nuklir Iran belum dapat dikonfirmasi secara independen pada saat ini.
Saat mengakhiri pernyataannya, Trump mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth akan mengadakan konferensi pers pada Minggu pagi untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi tersebut.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah memerintahkan serangan AS terhadap situs nuklir Iran. Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah melakukan “hal-hal luar biasa” dalam kampanye militernya terhadap Iran sejak 13 Juni. “Namun, dalam aksi malam ini terhadap fasilitas nuklir Iran, Amerika benar-benar tak tertandingi.”
“Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump secara aktif menggagalkan upaya rezim paling berbahaya di dunia untuk memperoleh senjata paling berbahaya di dunia,” tambah Netanyahu. “Kepemimpinannya hari ini telah menciptakan titik balik sejarah yang dapat membawa Timur Tengah dan dunia menuju masa depan yang penuh kemakmuran dan perdamaian.”
Pada Minggu, Organisasi Energi Atom Iran mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran hukum internasional. Menurut PressTV, media milik pemerintah Iran, badan nuklir tersebut bersumpah tidak akan membiarkan serangan AS menghentikan kemajuan program nuklirnya.
Joseph Lord berkontribusi dalam laporan ini.
Sumber : Theepochtimes.com


