EtIndonesia. Setelah tiga fasilitas nuklir Iran dibombardir oleh militer AS, Iran membalas dengan menembakkan 30 rudal ke arah Israel. Sebagai tanggapan, militer Israel pada 22 Juni melancarkan serangan udara baru ke sejumlah target militer di Iran, termasuk kota Qom di wilayah barat dan tengah Iran. Serangan tersebut menyasar fasilitas peluncuran dan penyimpanan rudal Iran. Sementara itu, akibat aksi saling tembak rudal antara Israel dan Iran, maskapai penerbangan dunia terus menghindari sebagian besar wilayah udara Timur Tengah.
Menurut laporan AFP, militer Israel menyampaikan melalui aplikasi Telegram bahwa: “Sekitar 20 pesawat tempur (Angkatan Udara Israel) melakukan serangan berdasarkan informasi intelijen, dan menjatuhkan lebih dari 30 bom ke target militer Iran.”
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa target serangan adalah infrastruktur penyimpanan dan peluncuran rudal, serta satelit militer dan stasiun radar Iran.
Dalam pernyataan sebelumnya, militer Israel menyebutkan bahwa mereka telah menyerang peluncur rudal Iran yang sedang bersiap menyerang wilayah Israel, serta menghancurkan peluncur rudal yang baru saja digunakan untuk menyerang Israel.
Pada 22 Juni, sirine peringatan serangan udara terdengar di banyak wilayah Israel, termasuk Tel Aviv (kota terbesar kedua) dan Yerusalem.
Penerbangan Global Hindari Wilayah Udara Timur Tengah
Menurut laporan Reuters, sebuah organisasi pemantau risiko penerbangan pada 22 Juni memperingatkan bahwa akibat konflik rudal antara Israel dan Iran, maskapai penerbangan global terus menghindari wilayah udara Timur Tengah.
Situs Safe Airspace, yang dijalankan oleh organisasi industri penerbangan OPSGROUP, menyatakan: “Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan pembalasan secara langsung maupun melalui perantara seperti Hizbullah terhadap kepentingan militer AS di kawasan.”
FlightRadar24, situs pelacak penerbangan, juga menunjukkan bahwa maskapai telah mengalihkan jalur penerbangan di sekitar kawasan tersebut.
Dari pantauan FlightRadar24, tidak ada pesawat komersial yang melintasi wilayah udara Iran, Irak, Suriah, dan Israel.
Maskapai memilih jalur yang lebih aman, seperti melalui Laut Kaspia di utara, atau melalui Mesir dan Arab Saudi di selatan, meskipun jalur ini meningkatkan biaya bahan bakar, sumber daya manusia, dan memperpanjang waktu tempuh.
Sebagai contoh:
- Singapore Airlines menyatakan bahwa mereka telah membatalkan penerbangan dari Singapura ke Dubai setelah melakukan penilaian keamanan.
- British Airways juga membatalkan penerbangan menuju dan dari Dubai dan Doha.
Israel Buka Kembali Wilayah Udaranya Selama 6 Jam untuk Evakuasi
Setelah meluncurkan rentetan rudal ke arah Iran sebagai balasan, Israel kembali membuka wilayah udaranya selama 6 jam pada 22 Juni untuk memulangkan warganya yang tertahan di luar negeri sejak konflik Israel-Iran pecah pada 13 Juni.
Otoritas Bandara Israel menyampaikan bahwa mulai 23 Juni, jumlah “penerbangan evakuasi” menuju Israel akan ditingkatkan hingga 24 kali sehari, dari berbagai negara.
Sementara itu, setiap penerbangan yang berangkat dari Israel hanya boleh mengangkut maksimal 50 penumpang. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


