Pasca serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, pada 22 Juni pagi, Iran meluncurkan 30 rudal ke arah Israel, yang menyebabkan sedikitnya 16 orang terluka. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan.
EtIndonesia. Televisi pemerintah Iran mengumumkan pada pagi hari bahwa 30 rudal telah diluncurkan ke arah Israel. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa mereka meluncurkan total 40 rudal, termasuk rudal Kheybar-Shekan (SNN) yang baru pertama kali digunakan dan mampu menjangkau wilayah Israel.
Layanan darurat Magen David Adom Israel menyampaikan bahwa serangan balasan ini melukai sedikitnya 16 orang yang kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun media lokal Israel melaporkan bahwa jumlah korban luka telah meningkat menjadi setidaknya 86 orang akibat rentetan rudal balasan dari Iran.
Militer Israel menyatakan mereka tengah mencegat rudal-rudal yang ditembakkan Iran. Sirine serangan udara terdengar di Tel Aviv, kota terbesar kedua di Israel, sementara ledakan terdengar di Yerusalem.
Rekaman televisi memperlihatkan kerusakan parah di wilayah tengah Israel, dan sejumlah bangunan di Tel Aviv mengalami kehancuran serius.
Tak lama kemudian, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan baru ke target militer di wilayah barat Iran, meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut.
Pada 21 Juni, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melakukan “serangan sangat sukses” terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, termasuk pabrik pengayaan uranium bawah tanah di Fordow. Dalam konferensi pers, Trump menyatakan bahwa Iran kini “harus memilih jalur damai”, dan menyebut fasilitas nuklir Iran telah “sepenuhnya dihancurkan.”
Trump juga memperingatkan bahwa setiap aksi balasan dari Iran akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir, dan bahwa intervensi AS bertujuan untuk mencegah ancaman tersebut. Ia juga mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan.
Sebelumnya, Starmer telah mengatakan bahwa serangkaian serangan ini “sangat mengkhawatirkan,” dan mendesak semua pihak untuk menahan diri dan meredakan ketegangan, karena eskalasi konflik tidak akan menguntungkan siapa pun di kawasan tersebut. (Hui/asr)
Sumber :NTDTV.com


