EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pesawat pembom B-2 yang melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Iran telah kembali ke Amerika Serikat, dan ia juga menyatakan dukungannya terhadap “pergantian rezim” di Iran.
Pada 22 Juni waktu AS bagian Timur, Trump memposting tiga pernyataan secara beruntun di platform media sosialnya “Truth Social”, menanggapi pemboman terhadap fasilitas nuklir Iran:
- Pernyataan pertama menyebutkan bahwa kerusakan terhadap fasilitas nuklir Iran sangat besar. Serangan itu dilakukan dengan akurat dan efektif, dan militer AS menunjukkan keterampilan yang luar biasa.
- Dalam pernyataan kedua, Trump menyinggung isu pergantian rezim, menyatakan:
“Meskipun istilah ‘regime change’ tidak lagi dianggap politis, namun jika rezim saat ini di Iran tidak bisa membuat Iran menjadi hebat, mengapa tidak boleh ada pergantian rezim? Mari kita buat Iran hebat kembali (MIGA – Make Iran Great Again)!”
(Dalam unggahan tersebut, Trump menyertakan tagar MIGA, yang menyerupai slogan kampanyenya: MAGA – Make America Great Again) - Pernyataan ketiga menegaskan bahwa pesawat-pesawat pembom B-2 yang menyerang Iran telah kembali dengan selamat dan telah mendarat di Negara Bagian Missouri.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sama-sama menyatakan bahwa serangan udara terhadap Iran bertujuan untuk menghancurkan program nuklir Iran, namun keduanya juga menyatakan dukungan terhadap runtuhnya pemerintahan teokratis Iran.
Pada hari yang sama, sekutu Trump, Senator senior AS Lindsey Graham, mengatakan dalam acara televisi NBC bahwa setelah berbicara dengan Netanyahu, ia menyampaikan bahwa:
“Netanyahu berharap saya mendesak rakyat Iran untuk mengakhiri kegilaan ini, menumbangkan rezim mereka, menjalani kehidupan yang lebih baik, dan menjadi bagian dari kawasan ini dengan cara yang baru dan berbeda.”
Graham juga mengatakan bahwa Netanyahu ingin rakyat Amerika Serikat mengetahui bahwa Israel tidak akan hidup di bawah ancaman Iran selamanya.
Ketika ditanya apakah ia mendukung Israel dalam upaya menumbangkan rezim Iran, Graham menjawab: “Kalau saya jadi Israel, saya sudah lama melakukannya.”
Namun ia menambahkan bahwa ia tidak memperkirakan AS akan mengirim pasukan darat ke Iran. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


