Heboh! Seorang Anak Gadis di Guangxi, Tiongkok,  Dipaksa Masuk Ambulans, Menjerit Minta Tolong 

Heboh seorang gadis di Kota Guigang, Guangxi, Tiongkok, mengalami kecelakaan lalu lintas ringan, namun secara mengejutkan dipaksa dibawa oleh sebuah ambulans. Ia berteriak histeris dan memohon pertolongan sambil berteriak “telepon 110!” Kejadian ini memicu kecurigaan netizen bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari konspirasi pencurian organ. Pihak berwenang segera mengeluarkan klarifikasi.

EtIndonesia. Baru-baru ini beredar sebuah video yang menunjukkan, di hadapan banyak orang, seorang gadis dipaksa oleh lima hingga enam pria untuk naik ke atas tandu. Ia bahkan diikat dengan sabuk seperti yang digunakan di rumah sakit jiwa, lalu dimasukkan ke dalam ambulans. Gadis tersebut terlihat berontak dengan panik dan menangis histeris, bahkan terdengar meneriakkan kalimat seperti “Saya punya hepatitis B”.

Di antara orang-orang yang membawa gadis itu, ada seorang pria berbaju hitam dan dua orang berbaju rompi reflektif tanpa identitas yang jelas, serta beberapa yang mengenakan pakaian medis.

Video tersebut terlihat mencekam dan sangat ganjil. Banyak netizen bertanya-tanya:
“Kenapa ada begitu banyak pria?”
“Gadis itu terlihat baik-baik saja, kenapa dipaksa dibawa pergi?”

Menurut keterangan netizen, gadis itu awalnya hanya mengalami kecelakaan kecil akibat ditabrak mobil, dan hanya mengalami cedera ringan. Namun tiba-tiba muncul ambulans yang tidak jelas dari mana asalnya, yang kemudian memaksa membawa gadis itu pergi. Saat itu, gadis tersebut berusaha keras melawan dan meminta orang-orang di sekitar untuk menelepon 110 (nomor polisi Tiongkok).

Dalam video juga tampak salah satu petugas yang membawa gadis itu mencoba menjelaskan kepada warga sekitar:
“Dia (gadis itu) sadar dan tidak ingin pergi ke rumah sakit, kami juga tidak punya pilihan lain.”

Video ini viral di media sosial Tiongkok dan banyak warganet mencurigai bahwa kejadian ini adalah jebakan yang sengaja dibuat, seperti kecelakaan palsu, untuk menculik calon donor organ yang telah ditargetkan sebelumnya.

Beredar juga kabar (belum terverifikasi) bahwa gadis itu keesokan harinya sudah dikirim ke rumah duka. Beberapa netizen bahkan membandingkan video promosi pemerintah tentang “jalur hijau transplantasi organ” dan menemukan bahwa salah satu pria berbaju hitam dalam video lama itu mirip dengan pria yang terlihat dalam insiden Guigang.

Insiden ini kembali memicu kemarahan publik dan sorotan terhadap tuduhan kejahatan pengambilan organ secara paksa oleh rezim Tiongkok, dan menjadi topik hangat di kalangan netizen.

Pada 23 Juni, Rumah Sakit Rakyat Kota Guigang terpaksa mengeluarkan pernyataan untuk membantah rumor. Dalam pernyataan itu dijelaskan bahwa insiden terjadi pada 13 Juni di Jalan Xianyi, lokasi bekas Terminal Barat Guigang. Gadis itu ditabrak mobil dan petugas medis datang ke lokasi, namun gadis tersebut menolak untuk dirawat. Menurut rumah sakit, karena gadis itu masih di bawah umur dan tidak dapat membuat keputusan sendiri, pihak kepolisian menghubungi keluarga dan mendapatkan persetujuan, barulah gadis tersebut dibawa ke rumah sakit.

Pihak rumah sakit mengklaim gadis itu diamati selama lebih dari 4 jam, dan setelah kondisi vitalnya stabil, ia telah “dijemput kembali oleh keluarganya”.

Namun, karena rekam jejak pemerintah PKT yang sering diragukan dalam memberikan informasi resmi, banyak netizen tetap tidak percaya terhadap klarifikasi dari rumah sakit. (hui/asr)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine