Israel dan Iran Langgar Perjanjian Gencatan Senjata, Trump Desak Kedua Pihak Menahan Diri

Pada  Selasa (24 Juni), Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mendesaknya agar mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh AS dengan Iran dan tidak melakukan serangan balasan. Sebelumnya, Israel menuduh Iran telah meluncurkan sejumlah rudal sebelum perjanjian ditandatangani, yang menyebabkan 4 warga Israel tewas. Selama konflik 12 hari, serangan rudal Iran telah menewaskan 28 orang di Israel dan melukai lebih dari 3.000 orang.

EtIndonesia. Pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa dalam percakapan telepon Selasa (24/6/2025), Trump memuji Israel karena telah mencapai semua tujuan strategisnya, namun menyatakan ketidakpuasan atas serangan yang terus terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata. Trump secara tegas meminta Israel untuk tidak membalas pelanggaran Iran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS.

“Ya, saya tahu mereka melanggar perjanjian, tapi Israel juga melanggarnya. Begitu perjanjian tercapai, Israel langsung menjatuhkan bom dalam jumlah besar. Saya belum pernah melihat bom sebesar itu sebelumnya,” ujar Presiden AS Donald Trump.  

Trump kemudian menulis serangkaian pernyataan:
“Iran tidak akan pernah membangun kembali fasilitas nuklir!”
“Tidak akan ada yang terluka, perjanjian gencatan senjata sudah berlaku!”

Netanyahu menanggapi bahwa serangan balasan tidak bisa dibatalkan, namun Israel harus memberikan respons terhadap pelanggaran oleh Iran.

Kantor Netanyahu mengkonfirmasi bahwa pada  Selasa (24/6) pukul 07.06 waktu setempat, Iran menembakkan satu rudal ke Israel, dan dua rudal lagi pada pukul 10.25.

Sebelumnya, pejabat Israel mengkonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel melakukan serangan kecil terhadap radar militer di wilayah utara Teheran, sebagai respons atas serangan rudal Iran tiga jam setelah gencatan senjata dimulai.

Namun, pihak Iran membantah telah menembakkan rudal-rudal tersebut.

Presiden Israel Isaac Herzog, saat meninjau sebuah apartemen yang hancur di kota selatan Israel, mengatakan bahwa rudal Iran sangat berat, menyebabkan empat warga sipil tewas dan setidaknya 22 orang luka-luka.

 “Rudal ini adalah salah satu yang paling berat milik Iran, bernama ‘Qadr’, beratnya lebih dari 400 kg. Rudal ini menghantam area ini dengan tujuan membunuh wanita, anak-anak, lansia, dan warga sipil biasa. Ia menghancurkan satu taman kanak-kanak dan menghancurkan sebuah apartemen,” ujarnya. 

Konflik antara Israel dan Iran telah berlangsung selama 12 hari. Presiden Trump menulis di media sosial pada malam hari waktu Timur AS bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk gencatan senjata total.

Trump menjelaskan bahwa Iran akan memulai gencatan senjata selama 12 jam, disusul oleh Israel selama 12 jam berikutnya. Setelah 24 jam, perang ini secara resmi dianggap berakhir.

Pada  Selasa, Uni Eropa juga mendesak Iran dan Israel untuk menahan diri semaksimal mungkin setelah gencatan senjata.

 “Ini adalah langkah penting menuju stabilitas kawasan yang tegang, dan harus menjadi prioritas bersama. Kami menyerukan Iran untuk serius terlibat dalam proses diplomatik yang kredibel, karena meja perundingan tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak,” ujar Juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Anouar El Anouini.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga menyatakan:  “Kami sekarang menyerukan kepada Iran dan Israel untuk merespons seruan Presiden AS.”

Sebelum berangkat ke KTT NATO, Trump kembali menulis di Truth Social :  “Tiongkok sekarang bisa kembali membeli minyak dari Iran. Semoga mereka juga membeli dalam jumlah besar dari Amerika. Saya merasa terhormat telah memfasilitasi hal ini! Perjalanan ke NATO kali ini—sebanyak apapun tantangannya—akan tetap lebih tenang dibandingkan apa yang saya alami dalam masalah Israel dan Iran sebelumnya. Saya menantikan bertemu dengan semua sahabat Eropa dan lainnya. Semoga semua berjalan lancar!”

Trump juga membagikan pesan dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang menulis:
“Terima kasih atas keputusan bijak Anda terkait tindakan terhadap Iran. Tak ada yang bisa menandinginya. Anda telah membuat kita semua merasa lebih aman.”

Pihak Iran menyatakan bahwa selama Israel mematuhi ketentuan gencatan senjata, maka Iran akan menghormati perjanjian gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh reporter Yu Liang dan Tian Yuan untuk NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine