Praktisi Falun Gong dari Guangdong, Tiongkok,  He Jingru, Tewas Akibat Penganiayaan di Rumah Sakit Jiwa

EtIndonesia. Ragam berita daratan Tiongkok kali ini tentang tewasnya seorang praktisi Falun Gong akibat penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Berita lainnya  lainnya tentang Insiden ambruknya jembatan Tol di Guizhou hingga membuat beberapa mobil terjatuh.  

He Jingru, Praktisi Falun Gong dari Guangdong, Tewas Akibat Penganiayaan di Rumah Sakit Jiwa

Rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali menambah catatan berdarah dalam penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Pada 20 Mei, He Jingru, seorang praktisi Falun Gong berusia 68 tahun dari Kabupaten Huidong, Guangdong, Tiongkok, meninggal dunia akibat penganiayaan.

Menurut laporan dari situs Minghui, semasa hidupnya, He Jingru mengalami penahanan tidak adil selama 18 tahun karena tetap teguh pada keyakinannya terhadap prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar.” 

Ilustrasi penindasan

Ia pernah disiksa di Kamp Kerja Paksa Sanshui Guangdong, Penjara Sihui, dan Penjara Beijiang. Bentuk penyiksaan yang dialaminya antara lain wajah dan punggung tangannya disiram air panas, kepalanya ditekan ke dalam air kotor hingga hampir mati lemas, dipaksa begadang dalam waktu lama, dihisap dengan puntung rokok di hidung, serta pemukulan brutal. Ia juga pernah disuntik dengan obat yang tidak diketahui jenisnya oleh aparat kepolisian.

Ilustrasi penindasan
Ilustrasi penindasan dikirim secar paksa ke rumah sakit jiwa

Pada tahun 2024, ia kembali diculik oleh polisi dan langsung dikirim ke rumah sakit jiwa di Kota Huizhou untuk ditahan dan dianiaya. Sebelum penculikan, ia diketahui dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit apa pun. Namun, pada 20 Mei tahun ini, ia dinyatakan meninggal dunia akibat penganiayaan di rumah sakit jiwa tersebut.

Dikarenakan pemerintahan partai Komunis  Tiongkok menutup informasi secara ketat, rincian mengenai penganiayaan yang dialaminya di rumah sakit jiwa belum diketahui secara pasti oleh publik.

Falun Dafa atau Falun Gong adalah sebuah disiplin tradisional Tiongkok yang menggabungkan latihan gerakan yang lembut dan ajaran moral yang didasarkan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Diperkenalkan di Tiongkok pada 13 Mei 1992, diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah mempraktikkannya pada tahun 1999.

Meskipun disiplin ini saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, Falun Dafa dilarang di Tiongkok yang dikuasai oleh rezim komunis, di mana para praktisinya telah menghadapi penganiayaan berat selama lebih dari 25 tahun, dengan laporan-laporan penyiksaan, kerja paksa, pembunuhan, bahkan pengambilan organ secara paksa saat masih hidup.

Penganiayaan ini dilancarkan pada tahun 1999 oleh pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat itu, Jiang Zemin, yang melihat popularitas Falun Gong terus berkembang dan ajaran moral dari latihan spiritual ini sebagai sesuatu yang bertentangan dengan doktrin ateistik PKT.

Jembatan Tol di Guizhou Ambruk, Beberapa Mobil Terjatuh – Pejabat Klaim Tak Ada Korban Jiwa

Jalan tol Xia-Rong yang menghubungkan Xiamen hingga Chengdu, tepatnya di wilayah Kabupaten Otonom Suku Shui Sandu, Provinsi Guizhou, mengalami insiden ambruknya bagian jembatan layang pada 24 Juni. 

Pada saat kejadian, beredar kabar bahwa beberapa kendaraan terjatuh dari jembatan, dan video yang beredar luas di internet menunjukkan sebuah truk besar tergantung di tepi jembatan yang patah dalam kondisi berbahaya.

Video memperlihatkan sopir truk terjebak di udara sambil meminta pertolongan. Seorang netizen menyebutkan bahwa jembatan di jalur antara Kabupaten Sandu dan Rongjiang sudah terputus.

Setelah kejadian, otoritas resmi melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan bahwa tiga kendaraan yang berada di bawah jembatan adalah kendaraan proyek milik desa sekitar.

Namun, banyak netizen Tiongkok meragukan pernyataan ini. Mereka ramai-ramai berkomentar, “Siapa yang kalian tipu? pukul 07.00 pagi itu jam sibuk, pasti banyak mobil! Jembatan ambruk katanya ‘tanpa korban jiwa’?” dan “Bagaimana mungkin kendaraan proyek bisa sampai ke posisi seperti itu?” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine