EtIndonesia. Pemerintah Jepang mengumumkan keberhasilan uji coba rudal di wilayahnya sendiri untuk pertama kalinya. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Jepang akan memainkan peran yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta menjaga keamanan kawasan Asia-Pasifik.
Dengan suara dentuman keras, rudal anti-kapal Tipe 88 milik Jepang berhasil diluncurkan. Ini merupakan pertama kalinya Jepang menguji coba rudal jarak pendek langsung dari wilayah dalam negerinya. Rudal tersebut diarahkan ke sebuah kapal tak berawak yang berada sekitar 40 km dari lepas pantai Hokkaido.
“Kemarin, Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) untuk pertama kalinya melakukan latihan penembakan rudal anti-kapal di Lapangan Tembak Hokkaido,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Yoshimasa Hayashi .
Rudal Tipe 88 memiliki jangkauan lebih dari 100 km. Keputusan untuk mengujinya langsung di dalam negeri dianggap sebagai perubahan besar dalam kebijakan pertahanan Jepang, menunjukkan upaya Jepang memperkuat kemampuan serangan balik dan menargetkan ancaman laut dari PKT.
Awal tahun ini, dua kapal induk PKT untuk pertama kalinya muncul secara bersamaan di dekat Pulau Minami-Tori (Pulau Nampo), yang memicu kewaspadaan tinggi dari Jepang.
“Lingkungan keamanan saat ini sangat serius. Mempertahankan dan meningkatkan kemampuan pertahanan di wilayah utama Jepang adalah hal yang sangat penting,” kata Hayashi.
Selama ini, Jepang biasanya memilih melakukan uji coba rudal di Amerika Serikat atau Australia. Namun, di tengah ekspansi militer PKT ke luar negeri, kebijakan pertahanan Jepang kini ingin memperbanyak pelatihan langsung di dalam negeri demi memperkuat daya tangkal.
Pihak militer menyatakan uji coba kali ini berhasil, dan direncanakan akan melakukan uji coba lagi pada Minggu (29 Juni).
Tahun ini, Jepang juga akan mulai mengerahkan rudal jelajah “Tomahawk” buatan Amerika Serikat. Selain itu, Jepang mengembangkan rudal Tipe 12 versi baru yang memiliki jangkauan hingga 1.000 km — sekitar sepuluh kali lipat dari rudal Tipe 88 yang diuji kali ini. (Hui/asr)
Laporan wartawan NTD: An Qi dan Jiang Diya.


