Penindasan di Dalam Negeri Iran Meningkat: 700 Orang Ditangkap dalam 12 Hari, Tiga Dieksekusi

EtIndonesia. Israel dan Amerika Serikat mengumumkan bahwa dalam perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari, program nuklir Iran telah dihancurkan total. Namun, pihak berwenang Iran mengklaim fasilitas nuklir mereka telah berhasil dilindungi dan bersiap untuk menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Di saat yang sama, rezim Khamenei memperkuat penindasan di dalam negeri: lebih dari 700 orang ditangkap dalam 12 hari, dan 3 orang telah dieksekusi.

Pada Rabu (25 Juni), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam rapat kabinet bahwa Israel meraih kemenangan besar dalam perang tersebut.

“Kita telah meraih kemenangan besar dalam pertempuran melawan para penindas yang ingin menghancurkan kita. Dalam kemenangan ini, kita telah menyingkirkan dua ancaman eksistensial langsung demi menjamin keberlangsungan Israel,” ujar PM Israel Benjamin Netanyahu. 

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di sela-sela KTT NATO bahwa serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan “penghancuran total.” Amerika tidak akan mengizinkan Iran membangun kembali fasilitas nuklir untuk melanjutkan pengayaan uranium.

Presiden AS Donald Trump:  “Itu benar-benar diratakan. Jika Anda melihat permukaan tanah—jangan lupa, api terjadi di bawah tanah—tetapi jika Anda lihat foto sebelum dan sesudah, semuanya di atas permukaan telah hangus menjadi hitam.”

Trump:  “Saya pikir ini adalah kemenangan besar bagi semua pihak—termasuk Iran.”

Pada hari yang sama, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa setelah serangan terhadap fasilitas nuklir utama Iran, tim inspektur IAEA perlu kembali ke Iran untuk melakukan penilaian ulang atas kapasitas nuklir negara itu.

Dirjen IAEA Rafael Grossi:  “Saya menerima surat dari Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah perlindungan. Mereka tidak merinci apa maksudnya, tapi jelas tujuannya sudah bisa ditebak.”

Dalam konferensi pers di Wina, Grossi mengatakan bahwa Teheran masih bisa membangun kembali fasilitas nuklirnya.

Grossi:  “Membangun kembali infrastruktur nuklir bukanlah hal yang mustahil. Beberapa fasilitas masih selamat dari serangan. Dan hanya Iran yang tahu pekerjaan seperti apa yang sedang dilakukan. Tapi itu akan membutuhkan waktu.”

Grossi menambahkan bahwa IAEA sedang mencari solusi yang berkelanjutan melalui jalur diplomatik.

Pada hari yang sama, Parlemen Iran dengan cepat mengesahkan sebuah rancangan undang-undang untuk secara efektif menghentikan kerja sama Iran dengan IAEA.

Jika rancangan ini disahkan menjadi undang-undang, pengawasan internasional terhadap program nuklir Iran akan menjadi jauh lebih sulit.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa kapabilitas nuklir Iran tetap utuh.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada media bahwa Iran belum memutuskan apakah akan terus bekerja sama dengan IAEA.

Meskipun parlemen Iran dapat meloloskan undang-undang, keputusan akhir dalam hal keamanan nasional tetap berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Rabu, Iran merilis video yang menunjukkan Penjara Evin di Teheran rusak parah akibat serangan udara Israel baru-baru ini. Penjara yang terkenal kejam ini disebut sebagai “Bastille Iran”, dan kerap digunakan oleh rezim Khamenei untuk menahan tahanan politik serta warga asing terkenal.

Selama perang, rezim Khamenei memperkuat penindasan terhadap rakyat Iran. Dalam 12 hari terakhir, Iran melakukan penggerebekan besar-besaran di berbagai kota, dan menangkap lebih dari 700 orang dengan tuduhan spionase.

Pada 24 Juni, pihak berwenang Iran mengeksekusi tiga pria yang dituduh bekerja sama dengan dinas intelijen Israel, Mossad. Mereka didakwa menyelundupkan peralatan peluncur drone dan membantu misi pembunuhan. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh Zhao Fenghua, reporter NTD.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine