CEO The Epoch Times Peringatkan: Partai Komunis Tiongkok  Meluncurkan Perang Senyap 

EtIndonesia. CEO The Epoch Times Janice Trey memperingatkan bahwa penindasan lintas negara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta infiltrasi globalnya merupakan bentuk perang diam-diam yang mengancam kebebasan dasar dan keamanan nasional Amerika Serikat. Hal demikian disampaikan dalam sebuah forum di komplek DPR Amerika Serikat pada 6 Juni 2025 bertajuk “Penindasan Transnasional oleh PKT yang Semakin Meningkat”

“Penindasan lintas negara yang dilakukan PKT bukan hanya ditujukan pada Falun Gong, The Epoch Times, atau Shen Yun Performing Arts, tapi ini merupakan tantangan langsung terhadap pilar utama masyarakat demokratis—karena taktik ini mengancam kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan keamanan nasional,” katanya. 

Trey menegaskan bahwa PKT secara khusus menargetkan lembaga-lembaga global seperti The Epoch Times dan Shen Yun karena mereka secara terbuka mengekspos kejahatan HAM yang dilakukan oleh PKT serta penindasan ideologi, juga karena mereka berkomitmen menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok sebelum era komunis.

Ia juga mengatakan bahwa taktik penindasan transnasional yang digunakan PKT mencakup “memperalat sistem hukum dan administrasi AS”.

Contohnya, antara 2023 dan 2024, warga negara AS Chen Jun dan rekannya Lin Feng mencoba menyuap pejabat IRS atau lembaga pajak AS, agar mencabut status organisasi nirlaba Shen Yun. Keduanya telah divonis bersalah dan dipenjara. Mereka diketahui memiliki kaitan dengan Kantor 610—lembaga PKT yang dibentuk khusus untuk menganiaya Falun Gong.

Chen Jun mengakui bahwa dirinya adalah agen PKT yang tidak terdaftar. Dokumen pengadilan di Washington, DC, menunjukkan bahwa ia menerima lebih dari 52.000 dolar AS per bulan dari pemerintah PKT.

Pada tahun 2023, Alex Scilla di New York mengajukan gugatan lingkungan terhadap kantor pusat Shen Yun dan memantau aktivitas praktisi Falun Gong di sana. Hakim menolak gugatan tersebut karena dianggap tidak berdasar, dan melarang Scilla untuk mengajukan banding lagi.

Scilla, sebelum pindah ke New York, pernah tinggal di Tianjin, Tiongkok, selama 15 tahun. Ia juga mendirikan sebuah perusahaan baru di Tiongkok sebelum mengajukan gugatan tersebut.

“Selain aktivitas spionase tradisional, PKT kini juga memanipulasi sistem hukum dan administrasi AS melalui gugatan hukum, pengaduan regulasi, dan tekanan birokrasi untuk membungkam suara oposisi. PKT menggunakan agen-agennya untuk menguras sumber daya organisasi yang terkait dengan Falun Gong. Meskipun kasus-kasus ini akhirnya ditolak, para agen PKT tetap menyebarkannya melalui propaganda untuk merusak reputasi Falun Gong, apa pun hasil hukumnya,” kata Trey. 

Ia juga menyoroti bahwa “perang media” merupakan salah satu cara PKT melakukan penindasan lintas negara.

“PKT mengalokasikan lebih dari 7 miliar dolar AS per tahun untuk propaganda global, termasuk menyusup ke media Barat,” katanya. 

Sejak tahun 2024, beberapa media arus utama AS terus menerbitkan artikel yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong. Artikel-artikel ini menggunakan narasi khas PKT dan kemudian disebarluaskan oleh kekuatan luar negeri dan agen-agennya.

Youtuber dan komentator politik terkenal AS, Tim Pool, juga mengungkapkan di programnya bahwa ia menerima email dari seseorang yang menawarkan bayaran jika ia memproduksi video yang menyerang Falun Gong.

“PKT berusaha menggunakan kredibilitas media Barat untuk mencemarkan The Epoch Times dan membungkam media yang berani mengungkap kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh PKT,” kata Trey. 

Anggota DPR Amerika Serikat, Don Bacon, memperingatkan bahwa infiltrasi opini publik oleh PKT di Amerika Serikat berperan sebagai “kekuatan kolom kelima”, dengan tujuan menggulingkan demokrasi Amerika.

Trey menyebut apa yang dilakukan PKT sebagai bentuk “perang senyap terhadap Amerika”, dan menyerukan agar AS melawan demi mempertahankan kebebasan.

Janice Trey berkata : “Untuk melawan perang sunyi ini, Amerika harus mengambil tindakan tegas di empat bidang:

  1. Menegakkan dan memperkuat Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (FARA);
  2. Mewajibkan media dan pembuat kebijakan mengungkap semua hubungan dengan negara lawan;
  3. Melindungi lembaga-lembaga dari pengaruh asing dan penyalahgunaan regulasi;
  4. Mendukung media independen dan organisasi sipil yang berlandaskan nilai-nilai tradisional.” (Hui/asr)

Laporan oleh reporter NTD Ming Xin dan Wang Yanqiao

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine