AS-Tiongkok Capai Kerangka Kesepakatan Dagang, Percepat Pasokan Logam Tanah Jarang

EtIndonesia. Pada Jumat (27 Juni), Kementerian Perdagangan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mencapai kerangka kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Salah satu isu utama, yaitu ekspor logam tanah jarang dan magnet, juga telah dicapai kata sepakat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa revisi terbaru ini memastikan PKT akan mempercepat pasokan logam tanah jarang.

 “Ya, kami baru saja menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok kemarin, bukan?” ujar Presiden AS Donald Trump (26/6/2025). 

Pada  Kamis (26 Juni), Presiden Trump mengumumkan di Gedung Putih bahwa ia telah menandatangani kesepakatan dagang dengan Tiongkok pada Rabu (25 Juni).

 “Kami telah menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok. Kami tidak akan menandatangani kesepakatan dengan semua negara. Beberapa negara hanya akan menerima surat dari kami yang berbunyi: ‘Selamat, Anda akan dikenai tarif 25%, 35%, atau 45%. Sesederhana itu,” ujar Trump. 

Pada  Mei lalu, AS dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan awal terkait tarif di Jenewa, namun belum sepakat mengenai kecepatan pengiriman logam tanah jarang. Baru pada  Juni di London, kesepakatan lebih lanjut tercapai dan tinggal menunggu persetujuan pemimpin kedua negara.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa bahan-bahan seperti magnet dari logam tanah jarang akan dipasok kepada perusahaan-perusahaan AS yang memiliki catatan pembelian stabil di masa lalu. Sementara itu, AS tengah berunding dengan 18 mitra dagang utama lainnya, dan menargetkan agar sejumlah kesepakatan dapat diselesaikan sebelum Hari Buruh pada 1 September.

Kementerian Perdagangan PKT menyatakan bahwa kedua pihak telah “mengkonfirmasi rincian kerangka kerja,” dan akan menyetujui ekspor produk yang dikendalikan sesuai hukum. Namun, tidak secara eksplisit menyebutkan ekspor logam tanah jarang.

Menurut kalangan industri, Tiongkok memberlakukan pembatasan penggunaan logam tanah jarang untuk kepentingan sipil dan militer. Saat ini, Tiongkok juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap identitas pembeli, guna mencegah bahan-bahan tersebut jatuh ke tangan militer AS. Hal ini menyebabkan proses persetujuan ekspor menjadi lebih lambat.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam wawancara dengan Bloomberg pada Kamis mengatakan bahwa AS hanya akan mencabut tindakan tarif balasan setelah Tiongkok mulai mengirimkan logam tanah jarang ke Amerika Serikat.

Sejak Trump menaikkan tarif hingga 145% terhadap barang-barang dari Tiongkok, volume kontainer dari Tiongkok ke AS terlihat menurun drastis. Sejak awal Juni, biaya pengiriman kontainer dari Tiongkok ke AS telah turun lebih dari separuh.

Konsumen AS untuk sementara belum merasakan dampak dari tarif tinggi ini karena para importir telah menimbun banyak barang sebelum tarif baru berlaku. Namun, raksasa ritel Walmart telah memperingatkan bahwa harga barang akan mulai naik pada bulan Mei dan Juni.

Seiring dengan berlakunya kebijakan tarif, banyak perusahaan pun mulai menyesuaikan diri dengan slogan “Made in America” dari pemerintahan Trump dan memindahkan produksi kembali ke dalam negeri. Pada  Kamis, General Electric Appliances mengumumkan akan memindahkan sebagian besar produksi mesin cuci dan pengering dari Tiongkok ke negara bagian Kentucky. Langkah ini diperkirakan akan menciptakan sedikitnya 800 lapangan kerja baru.

Wartawan:  “Presiden, seorang ekonom internasional papan atas baru-baru ini berbalik arah 180 derajat dan menyebut strategi tarif Anda sangat cerdas hingga membuat semua orang tercengang. Apa pendapat Anda?”

Trump:  “Saya senang. Itu pertanyaan yang luar biasa. Mungkin pertanyaan terbaik yang pernah saya dapatkan. Karena saya mempertahankan kebijakan tarif ini selama bertahun-tahun meski banyak serangan. Ini adalah persoalan bernilai ratusan miliar dolar dan juga akan menyelesaikan masalah inflasi.”

Wartawan:  “Tapi untuk mereka yang mengkritik tarif dan mengatakan itu akan menyebabkan resesi ekonomi, apa yang ingin Anda katakan kepada mereka?”

Trump:  “Saya pikir mereka sebaiknya kembali belajar ke sekolah bisnis. Ini jelas sekali, tak perlu diragukan. Karena kita akan menghasilkan ratusan miliar dolar dari Tiongkok dan negara-negara lainnya.”

Batas waktu terakhir untuk pengenaan tarif balasan oleh AS adalah 9 Juli. Apakah Trump akan menurunkan tarif ke level dasar 10% atau malah mengambil langkah yang lebih agresif masih menjadi perhatian publik. (Hui/asr)

Laporan dari: Wang Ziyi, NTD TV, Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine