Sebuah kontainer yang berangkat dari Pelabuhan Xiamen, Tiongkok, dan tiba di Pelabuhan Oi, Tokyo, kemudian dibongkar pada 24 Juni di Pelabuhan Honmoku, Yokohama, ditemukan mengandung semut api merah yang sangat beracun. Pemeriksaan menemukan total sekitar 2.150 ekor semut api merah, termasuk telur, larva, dan kepompong. Ini merupakan jumlah temuan terbanyak sejak semut api merah pertama kali ditemukan di Pelabuhan Yokohama pada Juli 2017.
EtIndonesia. Laporan dari surat kabar Sankei Shimbun menyebutkan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dan Pemerintah Kota Yokohama pada 27 Juni mengumumkan bahwa semut api merah ditemukan dalam kontainer yang dikirim dari Tiongkok ke Pelabuhan Yokohama. Temuan tersebut terdiri atas sekitar 2.000 ekor semut pekerja, 100 ratu semut, dan sekitar 50 semut jantan, dengan total sekitar 2.150 ekor, serta 500 telur, larva, dan kepompong.
Dilaporkan bahwa kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Xiamen, Tiongkok, pada 18 Juni, masuk ke Pelabuhan Oi, Tokyo, dan pada 24 Juni membongkar muatan di Pelabuhan Honmoku, Yokohama. Kontainer sempat disimpan sementara, dan di hari yang sama dipindahkan ke area klasifikasi barang di Pelabuhan Yamashita.
Saat perusahaan membuka kontainer untuk membongkar muatan, mereka menemukan sejumlah besar semut di dalam kontainer, bahkan beberapa semut keluar dari kontainer. Serangga tersebut segera dimusnahkan di tempat, dan setelah diperiksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, dikonfirmasi bahwa itu adalah semut api merah.
Sejak semut api merah pertama kali ditemukan di Jepang pada Juni 2017, hingga kini serangga ini telah ditemukan di 18 prefektur dan wilayah, menjadikan ini kasus ke-142 secara keseluruhan.
Semut api merah merupakan spesies asing invasif yang berasal dari Amerika Selatan. Sengatan semut api merah dapat menyebabkan sensasi terbakar, kemerahan, gatal, nyeri, dan munculnya pustula berwarna putih.
Pada beberapa orang, sengatannya dapat memicu reaksi alergi parah berupa syok anafilaksis yang mengancam jiwa, dengan gejala seperti sesak napas, jantung berdebar hebat, pusing, sakit perut, tekanan darah turun drastis hingga kehilangan kesadaran. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


