EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump pada hari Minggu (29/6) tampaknya meremehkan kekhawatiran tentang tindakan agresif baru-baru ini yang terkait dengan Tiongkok — termasuk penangkapan dua warga negara Tiongkok yang dituduh menyelundupkan patogen pertanian berbahaya ke Amerika Serikat — dengan mengatakan tindakan tersebut hanyalah bagian dari cara kerja urusan global. Berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan: “begitulah cara dunia bekerja”.
‘Dunia ini jahat’
Tampil di acara pagi Fox News, Trump ditanya tentang serangkaian dugaan pelanggaran Tiongkok — mulai dari pencurian kekayaan intelektual dan spionase dunia maya hingga kontroversi terkait COVID-19. Sebagai jawaban, Trump menyarankan agar AS sendiri terlibat dalam perilaku serupa.
Trump mengatakan :”Anda tidak berpikir kita melakukan itu kepada mereka? Kita melakukannya, kita melakukan banyak hal,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
“Begitulah cara dunia bekerja. Dunia ini jahat,” tambahnya.
Komentarnya muncul beberapa minggu setelah jaksa federal mendakwa Yunqing Jian, 33 tahun, dan Zunyong Liu, 34 tahun, dengan tuduhan konspirasi, pernyataan palsu, penipuan visa, dan upaya penyelundupan Fusarium graminearum ke AS. Jamur tersebut, yang menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai ‘penyakit busuk daun’, dapat merusak tanaman seperti gandum, jelai, jagung, dan beras.
Trump tampak tidak terganggu oleh kasus tersebut, sehingga meragukan implikasinya yang lebih luas.
“Anda tidak tahu dari mana asalnya. Maksud saya, apakah itu berasal dari negara ini, atau tiga orang gila itu kebetulan membawa sesuatu?” katanya.
Trump juga mengisyaratkan bahwa hubungan dengan Beijing tetap dapat dikelola. Mengacu pada perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung, dia berkata: “Kami berhubungan baik dengan Tiongkok.”
Tampaknya mengacu pada negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung, dia berkata: “Saya pikir berhubungan baik dengan Tiongkok adalah hal yang sangat baik, tetapi mereka membayar tarif yang besar.”
Komentar tersebut muncul saat Gedung Putih mengisyaratkan kemajuan perdagangan dengan Beijing minggu lalu. AFP, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, melaporkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepahaman tentang berbagai masalah termasuk mempercepat pengiriman tanah jarang ke Amerika Serikat. (yn)


