2 Warga Negara Tiongkok Ditangkap Karena Mencoba Merekrut Mata-mata di Militer AS

EtIndonesia. Dua warga negara Tiongkok telah didakwa di AS karena terlibat dalam kegiatan spionase atas nama Tiongkok, termasuk memotret pangkalan angkatan laut, mengoordinasikan pengiriman uang secara gelap, dan mencoba merekrut anggota militer AS, kata Departemen Kehakiman (DOJ) pada hari Rabu (2/7).

Kasus federal, yang diajukan di San Francisco dan dibuka pada hari Senin (1/7)), adalah yang terbaru dalam serangkaian penuntutan yang ditujukan untuk mengekang apa yang digambarkan oleh pejabat Amerika sebagai upaya tanpa henti Pemerintah Tiongkok untuk mengumpulkan intelijen tentang operasi militer AS.

Tuduhan tersebut menggemakan tren yang lebih luas, yang mendapat perhatian internasional dua tahun lalu ketika balon pengintai Tiongkok ditembak jatuh di atas pantai Carolina Selatan.

“Kasus ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan dan agresif Pemerintah Tiongkok untuk menyusup ke militer kita dan merusak keamanan nasional kita dari dalam,” kata Jaksa Agung Pam Bondi dalam sebuah pernyataan.

DOJ mengidentifikasi terdakwa sebagai Yuance Chen, 38 tahun, yang datang ke Amerika Serikat dengan visa pada tahun 2015 dan kemudian memperoleh status penduduk tetap yang sah, dan Liren “Ryan” Lai, 39 tahun, warga negara Tiongkok yang diduga melakukan perjalanan ke Texas awal tahun ini untuk mengawasi upaya spionase rahasia untuk Kementerian Keamanan Negara Tiongkok (MSS).

Kedua pria tersebut ditangkap atas tuduhan bertindak secara rahasia atas nama Pemerintah Tiongkok tanpa mendaftar sebagai agen asing, yang diwajibkan menurut hukum AS.

Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui kasus tersebut secara spesifik, seraya menambahkan, “AS tidak pernah menghentikan kegiatan spionase terhadap Tiongkok,” dan menolak klaim tersebut karena dianggap tidak memiliki bukti atau dasar fakta.

Menurut surat pernyataan FBI yang diajukan bersama dakwaan tersebut, pihak berwenang yakin Lai mulai menjadikan Chen sebagai aset intelijen sejak pertengahan tahun 2021. Operasi yang mereka duga termasuk mengatur pemberian uang tunai sedikitnya 10.000 dolar kepada seseorang yang bertindak atas nama MSS.

Surat pernyataan itu juga merangkum aktivitas pengawasan yang dilakukan oleh keduanya. Aktivitas tersebut termasuk memotret pangkalan Angkatan Laut AS di negara bagian Washington dan stasiun perekrutan Angkatan Laut di California.

Penyidik ​​mengatakan Chen mengambil foto-foto itu dan mengirimkannya ke kontak intelijen Tiongkok.

FBI mengklaim bahwa keduanya juga berusaha mengidentifikasi dan menilai calon rekrutan Angkatan Laut yang memiliki hubungan dengan Tiongkok, dalam upaya untuk menentukan apakah mereka dapat dibujuk untuk bekerja sama dengan intelijen Tiongkok.

Pada satu titik, Chen dilaporkan mengirim Lai nama, kota asal, dan program dari beberapa rekrutan baru, beberapa di antaranya adalah keturunan Tiongkok.

Chen, dalam satu pertukaran yang terdokumentasi, diduga mengirim pesan kepada Lai tentang seorang karyawan Angkatan Laut, dengan menulis :”Saya mengetahuinya. Ibunya orang Tiongkok. Ayah dan ibunya tidak akur, dan ibunya diberi hak asuh ketika dia berusia 8 tahun. Itulah sebabnya dia menggunakan nama belakang ibunya.”

Departemen Kehakiman mengatakan bahwa kasus ini merupakan bagian dari pola operasi intelijen Tiongkok yang lebih luas yang menargetkan militer AS.

Dalam kasus serupa pada bulan Agustus 2023, dua pelaut Angkatan Laut didakwa memasok informasi militer sensitif kepada Tiongkok, termasuk rincian tentang latihan perang, spesifikasi teknis, dan penempatan angkatan laut.

“Badan intelijen asing yang merugikan seperti Kementerian Keamanan Negara
Tiongkok menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merekrut individu dan mengolah mereka sebagai aset intelijen untuk melaksanakan perintah mereka di Amerika Serikat,” kata Asisten Jaksa Agung John Eisenberg, yang memimpin Divisi Keamanan Nasional DOJ.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine