EtIndonesia. Kita sering mendengar kisah manusia menyelamatkan hewan dari bahaya. Namun terkadang, peran dalam kisah itu justru terbalik. Ketika kita melihat kasih seorang ibu muncul dari seekor binatang, kita tak bisa menahan perasaan malu sebagai manusia. Di Argentina, seorang wanita bernama Alejandra Griffa mengalami sebuah peristiwa di jalanan yang mengguncang jiwanya…
Banyak hewan memiliki naluri keibuan yang sangat kuat. Di sekitar kita, anjing khususnya terkenal sebagai hewan yang cerdas dan penuh kasih. Mereka bisa merasakan kesedihan, kemarahan, dan kebahagiaan kita. Bahkan ketika kita hanya ingin ditemani, mereka akan dengan mudah memahami dan mendekap kita dengan kasih. Anjing pun bisa menunjukkan empati dan kebaikan yang luar biasa—bahkan tidak terbatas hanya kepada sesama jenisnya.
Di Argentina, seekor anjing liar bernama Way menjadi bukti nyata dari kasih sayang seperti itu. Belum lama ini, Way baru saja melahirkan beberapa anak. Menjadi ibu bagi anjing liar bukanlah hal mudah—mencari makanan di jalanan sangat sulit, musim dingin di Argentina bisa sangat kejam, dan bahaya bisa datang dari anjing liar lain, bahkan dari manusia.
Suatu pagi yang dingin, Alejandra Griffa, wanita yang tinggal di dekat sebuah area parkir, mendengar suara tangisan pelan dari arah luar. Rasa penasaran membawanya keluar rumah dan menelusuri sumber suara itu.
Saat dia sampai di dekat Way, dia melihat sebuah pemandangan yang membuatnya terperangah dan tercekat—di antara Way yang sedang berbaring bersama anak-anak anjingnya yang masih kecil dan lelap, tampak tangan mungil yang terkepal di tengah-tengah mereka.
Tepat di samping Way dan anak-anaknya, ternyata ada seorang bayi perempuan yang dibalut pakaian tipis. Di tengah musim dingin yang membekukan itu, sang ibu manusia tega meninggalkan bayi tak berdosa ini di lantai semen yang dingin, di sudut tempat parkir yang sepi. Namun, Way—anjing liar tanpa rumah—tidak tega membiarkan nyawa kecil itu membeku sendirian.
Dengan tubuhnya yang kecil dan bulu yang hangat, Way memeluk bayi itu erat, seolah benar-benar seorang ibu yang berusaha memberikan semua kehangatan dan perlindungan yang dia punya.
Alejandra menitikkan air mata. Dia segera mengambil ponsel dan mengabadikan momen memilukan namun penuh harapan ini.
Diduga, pada malam hari, Way yang sedang mencari makanan mendengar tangisan bayi. Alih-alih pergi, dia justru menghampiri dan membawa anak-anak anjingnya satu per satu ke sisi bayi itu, lalu mengelilingi sang bayi bersama mereka, menjaga dan menghangatkan tubuh kecil itu sepanjang malam.
Alejandra segera mengangkat bayi tersebut dan berlari menuju rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa bayi itu baru berusia satu bulan. Jika bukan karena perlindungan Way, bayi itu sudah pasti tewas kedinginan malam itu. Sang dokter menenangkan Alejandra bahwa bayi itu akan segera pulih dan sehat kembali.
Tak lama kemudian, pihak kepolisian berhasil menemukan ibu kandung si bayi—seorang wanita berusia 33 tahun yang ternyata menderita depresi berat, sehingga nekat meninggalkan bayinya di tempat terbuka.
Semua orang terharu. Way, seekor anjing liar tanpa rumah dan tanpa suara, menyelamatkan satu nyawa manusia. Ia mungkin bukan manusia, namun hatinya yang penuh kasih sayang melampaui banyak dari kita yang memiliki akal dan suara.
Peristiwa Serupa di Musim Dingin Argentina
Kasus seperti ini ternyata bukan yang pertama terjadi di Argentina. Pada bulan Agustus 2008, juga di tengah musim dingin, peristiwa mengharukan serupa terjadi—kali ini di sebuah ladang sepi di pedesaan.
Menurut laporan CNN kala itu, Kepala Kepolisian Provinsi Buenos Aires, Daniel Salcedo, menceritakan bahwa seorang pria yang sedang keluar rumah malam-malam terkejut melihat seekor anjing betina dan enam ekor anaknya sedang melingkari seorang bayi manusia yang tergeletak di tanah kosong.
Malam itu, suhu udara turun hingga di bawah 3 derajat Celsius. Polisi menyatakan bahwa anjing betina itu membawa bayi dari tempat dia ditemukan sekitar 50 meter jauhnya, lalu menempatkannya bersama anak-anaknya, seolah menganggap bayi itu sebagai salah satu dari anaknya sendiri.
“Dia memperlakukan bayi itu seperti anak-anaknya sendiri—dan menyelamatkan nyawanya,” ujar Salcedo. “Jika bukan karena anjing ini, bayi itu tidak mungkin bisa bertahan hidup malam itu. Dia adalah pahlawan kita.”
Direktur Rumah Sakit Melchor Romero di La Plata, dr. Egidio Melia, mengatakan bahwa polisi membawa bayi itu ke rumah sakit sekitar pukul 11:30 malam. Saat itu, bayi baru berusia beberapa jam saja, dengan berat sekitar 4 kilogram. Meski terdapat sedikit luka dan memar ringan, secara keseluruhan kondisi bayi sangat sehat.
Keesokan paginya, ibu dari bayi itu—yang ternyata masih remaja—diantar tetangga ke rumah sakit, dan kemudian dirawat secara intensif, baik fisik maupun mental. Sementara itu, bayinya dipindahkan ke rumah sakit anak-anak provinsi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penutup yang Menggetarkan Hati
Dalam dua kisah nyata ini, seekor anjing liar dengan naluri keibuannya menyelamatkan nyawa seorang manusia kecil—sesuatu yang seharusnya dilakukan manusia.
Mereka tidak mengenal bayi itu, tidak punya kewajiban apa pun. Tapi kasih yang murni dalam diri mereka mendorong mereka untuk melindungi, memeluk, dan memberikan segalanya tanpa pamrih.
Kita yang membaca kisah ini hanya bisa terdiam dan berpikir dalam hati: “Mereka memang tidak berbicara, tidak mengerti hukum, tidak duduk di sekolah—tapi mereka tahu arti mencintai, dan tahu bagaimana menyelamatkan kehidupan.”
Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk tidak pernah mengabaikan kasih, sekecil apa pun, kepada sesama makhluk hidup. Karena kadang, harapan itu datang dari yang paling tak terduga—seperti dari sekumpulan kaki berkaki empat yang tidak pernah lelah mencintai. (jhn/yn)


