Baru-baru ini, Kabupaten Rongjiang di Provinsi Guizhou, Tiongkok, dilanda banjir dua kali, menyebabkan banyak mobil terendam air. Setelah banjir, banyak pedagang mobil bekas berdatangan ke daerah tersebut untuk memborong mobil-mobil terendam dengan harga sangat murah, memicu kecaman bahwa mereka sedang “mencari untung dalam musibah”.
Etindonesia. Banyak pedagang mobil bekas mengunggah video di platform media sosial Tiongkok, menunjukkan mereka membeli mobil-mobil terendam banjir di Rongjiang dalam jumlah besar, dengan harga yang sangat rendah.
Seorang pedagang mobil mengatakan: “BMW 740i keluaran Juli 2024, seluruh bodi mobil terendam saat diam. Ini mobil yang baru saja diangkat dari air, ini di Kabupaten Rongjiang, Provinsi Guizhou. Di sini banyak mobil BMW 740i, semuanya terendam air saat parkir. Di sini ada ratusan unit. Mobil-mobil yang harganya RMB.600 ribu atau RMB.700 ribu , setelah kena banjir, sekarang dijual seharga sayur kol.”
二手車商在貴州榕江縣,白菜價收購泡水車。 pic.twitter.com/hVHbGYXkN4
— ying tang (@yingtan04410735) July 4, 2025
Pedagang lain pada 3 Juli mengunggah video dan mengatakan: “Hari ini kami datang ke tempat penampungan mobil terbesar di Kabupaten Rongjiang, kira-kira ada sekitar 2.000 unit mobil di sini. Nantinya, masih akan ada lebih banyak lagi yang dibawa ke sini. Semua mobil ini punya asuransi, sudah melalui proses klaim. Semua jenis mobil ada. Kalau ada teman-teman yang tertarik dengan mobil terendam banjir seperti ini, silakan kirim pesan pribadi. Kami borong dalam jumlah besar untuk dijual kembali.”
Pada 24 Juni, Kabupaten Rongjiang dilanda banjir besar, seluruh wilayah kota terendam dan situasinya sangat parah. Bahkan sebelum lumpur dan sisa banjir sempat dibersihkan, pada 28 Juni (empat hari kemudian), Rongjiang kembali diterjang banjir yang lebih dahsyat. Seluruh kota harus dievakuasi darurat.
7月3日,洪災過後的貴州榕江縣,二手車商在網上大量收購推銷泡水車。 pic.twitter.com/GVRWLrMyei
— ying tang (@yingtan04410735) July 4, 2025
Banjir kedua membuat Kabupaten Rongjiang nyaris lumpuh total. Banyak toko dan rumah warga terendam air, ribuan mobil terendam dan kerugian sangat besar.
Seorang warga bermarga Hu yang telah membuka showroom mobil selama lebih dari 7 tahun di Jalan Dongbinjiang, Rongjiang, mengatakan bahwa pada 24 Juni, 20 mobil baru di tokonya semuanya terendam hingga atap.
Kepada media Jimu News, Hu mengatakan bahwa mobil-mobil terendam itu rencananya akan dijual ke perusahaan lelang dengan harga 20–30% dari harga asli setelah diperbaiki. Ia memperkirakan total kerugiannya lebih dari 1 juta yuan. Meskipun perusahaan pemegang merek menanggung sebagian besar kerugian melalui asuransi properti, Hu tetap harus menanggung sekitar 400–500 ribu yuan kerugian pribadi.
二手車商在貴州榕江大量收購出售泡水車。 pic.twitter.com/NtCGyp0v0G
— ying tang (@yingtan04410735) July 4, 2025
Hu mengeluh: “Beberapa tahun ini seperti kerja sia-sia. Sekarang harus mulai lagi dari nol.”
Setelah banjir pertama di Rongjiang, pada 25 Juni, banyak pedagang mobil bekas dari luar kota langsung berdatangan, menempelkan iklan di seluruh kota untuk membeli mobil terendam banjir.
Seorang pedagang dari Hunan bermarga Xiang (nama samaran) mengatakan bahwa ia sudah berada di Rongjiang lebih dari seminggu dan telah membeli belasan mobil terendam, semuanya sudah dijual.
“Yang paling mahal adalah Mercedes-Benz C260 tahun 2023, jarak tempuh 30.000 km, dijual seharga RMB.100.000 ; yang paling murah mobil buatan lokal, hanya RMB.3.000 .”
Namun, Xiang menyebut bahwa meski mobil terendam terlihat di mana-mana, tidak semua pemilik bersedia menjual, dan cukup sulit mencari pemilik aslinya, sehingga bisnis tidak semudah yang dibayangkan.
Pedagang lain dari Heilongjiang bermarga Yu (nama samaran) juga membeli beberapa mobil terendam di Rongjiang dan sedang menawarkannya untuk dijual.
“Mobil terbaik yang saya miliki adalah BMW X3 tahun 2019, sudah menempuh 60.000 km, saya beli seharga lebih dari RMB.80.000 , sekarang bisa dijual RMB.90.000 .”
Yu tidak setuju jika disebut “mencari untung dalam musibah”: “Kalau tidak ada yang membeli mobil terendam, menurut Anda harga mobil itu akan naik? Sekarang banyak mobil langsung dibuang, bukankah kerugian pemiliknya akan lebih besar?”
Ia menjelaskan bahwa mobil-mobil terendam yang ia beli sebagian besar dijual ke bengkel dan perusahaan perbaikan spesialis. Mengenai apakah mobil-mobil tersebut nantinya akan disamarkan dan dijual kembali sebagai mobil bekas biasa, ia mengaku tidak mengetahui.
Setelah banjir besar di Guizhou, aksi pembelian massal mobil terendam banjir dengan harga murah menuai perdebatan publik. Banyak netizen mengkritik:
- “Orang lain sibuk menyelamatkan korban, kalian malah cari untung.”
- “Orang lain sedang membangun kembali rumah, para pedagang ini malah untung dari bencana.”
- “Entah berapa orang lagi yang akan jadi korban penipuan.”
- “Mobil terendam air, urusannya ternyata dalam juga. Sampai segitu banyak yang berebut beli.” (Hui/asr)
Jurnalis NTD, Luo Tingting / Wen Hui


