EtIndonesia. Ketua International Strategic Studies Association (ISSA) dan Pimred “Defense & Foreign Affairs” Gregory Copley, dalam sebuah wawancara mengungkap sejumlah tanda bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping telah kehilangan kekuasaan. Ia juga menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sudah mengetahui kondisi ini.
Dikutip NTD, 5 Juli 2025, Dalam wawancara terbaru dengan berbagai media, Copley merinci informasi yang ia terima mengenai melemahnya kekuasaan Xi Jinping, termasuk:
- Sejumlah loyalis militer Xi telah disingkirkan;
- Jumlah pengawal pribadi Xi dikurangi hingga separuh;
- Istri Xi, Peng Liyuan, sudah lama tidak muncul di depan publik.
Copley juga menyebut bahwa Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT, kini mengendalikan kekuasaan militer. Xi Jinping disebut telah dipaksa untuk berkompromi dengan menyerahkan kekuasaan demi menjamin keselamatan dirinya dan keluarganya. Kemungkinan, Xi akan mundur dari jabatannya pada musim gugur tahun ini.
Lebih lanjut, Copley mengatakan bahwa Trump mengetahui situasi internal rezim Beijing, namun memilih pendekatan konservatif dan untuk saat ini tidak mendorong langsung agar Xi turun atau mendesak perubahan rezim PKT.
Sebenarnya, kata dia, sejak Januari lalu, media The Epoch Times edisi bahasa Inggris sudah mengutip informasi dari Copley, menyebut bahwa: “Trump tahu Xi Jinping telah kembali berada di bawah kendali penuh Partai Komunis Tiongkok dan telah kehilangan basis kekuatannya di dalam militer.”
Akhir-akhir ini, semakin banyak tanda bahwa Xi Jinping sedang kehilangan kekuasaan. Gonjang-ganjing dalam dunia politik PKT juga mulai menarik perhatian para pengamat politik di Amerika Serikat.
Baru-baru ini, mantan diplomat Amerika Gregory W. Slayton menulis artikel di New York Post, menganalisis berbagai gejala tidak biasa terkait Xi Jinping dan memprediksi bahwa kemungkinan besar Xi akan turun dari jabatannya pada Pleno PKT Agustus mendatang atau hanya akan mempertahankan posisi simbolis. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


