EtIndonesia. Hujan deras dalam beberapa jam pada Kamis (3/7/2025) malam menyebabkan banjir bandang di Texas bagian tengah-selatan. Hingga saat ini, korban tewas dilaporkan meningkat menjadi 51 orang, termasuk sedikitnya 15 gadis yang mengikuti perkemahan musim panas.
Tim penyelamat masih terus mencari puluhan anak perempuan peserta perkemahan yang hilang. Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan telah memperpanjang status darurat bencana.
Perkemahan Camp Mystic di Kerr County hancur akibat kenaikan air sungai setinggi 8 meter hanya dalam waktu 45 menit. Para pejabat mengonfirmasi bahwa 15 anak-anak termasuk di antara korban tewas.
Karena hujan belum berhenti, peringatan banjir bandang tetap diberlakukan. Tim penyelamat menggunakan helikopter, perahu, dan drone untuk mencari para penyintas di jalan-jalan yang rusak dan ladang yang penuh reruntuhan.
Gubernur Abbott telah menetapkan Minggu sebagai Hari Doa dan sebelumnya mengajukan permintaan bantuan tambahan dari pemerintah federal kepada Presiden Trump.
Sheriff Kerr County, Larry Leitha, menyatakan dalam konferensi pers, “Kami telah menemukan 43 jenazah di Kerr County, termasuk 28 orang dewasa dan 15 anak-anak.” Sebelumnya, ia menginformasikan telah mengevakuasi 850 orang, termasuk 8 orang luka-luka.
Gubernur Abbott mengatakan status darurat diperpanjang dan ia telah meminta tambahan bantuan federal dari Presiden Trump.
Manajer Kota Kerrville, Dalton Rice, menyebut bahwa saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap 27 anak perempuan yang hilang di perkemahan Kristen di tepi Sungai Guadalupe.
Media AS melaporkan bahwa keluarga para peserta perkemahan mengatakan 4 dari gadis yang hilang telah ditemukan meninggal. Associated Press melaporkan bahwa orang tua yang putus asa membagikan foto anak-anak mereka di media sosial, memohon informasi dari masyarakat.
Tim SAR terus mengerahkan perahu dan helikopter untuk menyelamatkan para korban yang terjebak banjir deras atau masih hilang.
Hujan ekstrem tersebut menyebabkan banjir besar yang menyebabkan air Sungai Guadalupe naik dengan cepat, menenggelamkan daerah sekitarnya, menghanyutkan rumah dan pohon, serta mengancam keselamatan banyak warga.
Dengan meningkatnya jumlah korban tewas dan hilang, Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan kepada media, “Banjir ini sangat mengerikan dan mengejutkan.”Sheriff Kerr County sebelumnya menyampaikan bahwa “13 orang telah dikonfirmasi meninggal,” dan memperingatkan bahwa jumlah korban masih mungkin meningkat.
Wakil Gubernur Texas, Dan Patrick, menyatakan bahwa pada malam tanggal 3, permukaan Sungai Guadalupe naik 8 meter hanya dalam 45 menit. Perkemahan Camp Mystic yang berlangsung di sana mencatat sekitar “23 gadis” yang hilang.
Diperkirakan sekitar 750 peserta hadir di perkemahan musim panas selama libur akhir pekan ini.
Patrick membacakan pesan dari direktur perkemahan yang mengatakan bahwa mereka “mengalami banjir dengan skala bencana,” dan bahwa “tidak ada listrik, air, atau koneksi Wi-Fi.” Ia menambahkan, “Ini bukan berarti mereka sudah meninggal – mereka mungkin berada di atas pohon atau tidak bisa menghubungi siapa pun.”
Pejabat negara bagian dan lokal melaporkan bahwa puluhan jalan “tidak dapat dilalui,” termasuk area perkemahan di tepi sungai, dan mereka mendesak warga untuk tidak pergi ke daerah tersebut.
Data dari Badan Cuaca Nasional menunjukkan bahwa pada Jumat dini hari, permukaan sungai naik cepat sekitar 6,7 meter dalam satu jam – setara dengan dua lantai bangunan. Untungnya, pada pukul 08.00 pagi, permukaan air turun kembali 12 kaki.
Gubernur Abbott sebelumnya menulis di platform X bahwa “Texas sedang mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk menangani bencana banjir dahsyat di sekitar Kerr County.” Bantuan tersebut mencakup tim penyelamat air, pusat pengungsian, Garda Nasional, dan Departemen Keamanan Publik Texas. “Prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa,” katanya.
Ia juga merilis video penyelamatan dramatis dari helikopter, di mana korban yang terjebak di puncak pohon diselamatkan dengan tali, sementara banjir mengamuk di bawahnya.
Gubernur Abbott menyatakan, “Operasi penyelamatan udara seperti ini berlangsung sepanjang waktu. Kami akan terus mencari semua orang yang belum ditemukan.”
Sementara itu, Wakil Gubernur Patrick mengatakan, setidaknya ada 400 personel di lapangan yang membantu. Sembilan tim penyelamat, 14 helikopter, dan 12 drone telah dikerahkan untuk pencarian.
Selain itu, organisasi non-profit dari luar negara bagian juga telah mengirim tim penyelamat banjir untuk membantu upaya tanggap darurat. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


