EtIndonesia. Seorang pria berusia 82 tahun di Tiongkok selatan ingin mewariskan seluruh harta warisannya kepada siapa pun yang mau merawat kucingnya setelah dia meninggal.
Pria yang hanya diidentifikasi dengan nama belakangnya Long itu tinggal sendirian di Provinsi Guangdong. Tanpa anak dan kehilangan istrinya satu dekade lalu.
Long menemukan teman dalam kelompok kucing liar yang diselamatkannya pada suatu hari hujan. Dari empat kucing liar yang diselamatkannya, hanya satu, seekor kucing bernama Xianba, yang masih bersamanya, menurut laporan The South China Morning Post.
Karena khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kucing itu saat dia pergi, Long secara aktif mencari orang yang dapat dipercaya yang akan merawat Xianba dan memberinya perawatan seumur hidup tanpa syarat.
Sebagai imbalannya, dia menawarkan seluruh harta miliknya, termasuk apartemen dan tabungannya, kepada orang yang merawatnya dan memastikan kesejahteraannya. Berbicara kepada Radio dan Televisi Guangdong, Long mengatakan satu-satunya syaratnya adalah pemilik baru harus “merawat Xianba dengan baik”.
Pasar hewan peliharaan di Tiongkok telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, dengan pengeluaran mencapai sekitar 42 miliar dolar pada tahun 2024, meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya, menurut Financial Times.
Kepemilikan hewan peliharaan di perkotaan sedang berkembang pesat, dengan perkiraan yang menunjukkan hewan peliharaan akan segera melebihi jumlah anak kecil di kota-kota Tiongkok. Generasi muda, khususnya mereka yang lahir pada tahun 1990-an dan 2000-an, mendorong tren ini dengan memperlakukan hewan peliharaan sebagai anggota keluarga dan menghabiskan banyak uang untuk makanan premium, perawatan kesehatan, perawatan, aksesori, dan bahkan pemakaman.
Tahun lalu, seorang wanita tua di Shanghai memutuskan untuk mewariskan seluruh kekayaannya sebesar 2,8 juta dolar untuk hewan peliharaannya, dengan mengatakan anak-anaknya yang sudah dewasa tidak mengunjungi atau merawatnya di usia tua.
Wanita itu dilaporkan mengubah surat wasiatnya setelah bertahun-tahun ditelantarkan oleh anak-anaknya, bahkan selama sakit. Dia mengatakan kucing dan anjingnya memberinya persahabatan dan kenyamanan emosional yang konstan. (yn)


