Ahli Memperingatkan : Sering Mimpi Buruk Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini Hingga 3 Kali Lipat

EtIndonesia. Pernah terbangun dari mimpi buruk dengan jantung berdebar, tubuh penuh keringat, dan sulit kembali tidur? Mungkin efeknya lebih dari sekadar gangguan malam hari. Seorang ahli memperingatkan bahwa sering mengalami mimpi buruk bisa membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami kematian dini.

Dibandingkan mereka yang jarang bermimpi buruk, orang dewasa yang mengalami mimpi buruk setiap minggu memiliki kemungkinan hampir tiga kali lebih besar untuk meninggal sebelum usia 75 tahun.

Mimpi Buruk dan Kematian Dini: Temuan Penelitian Terbaru

Dr. Timothy Hearn, dosen senior bidang bioinformatika di Universitas Anglia Ruskin, Inggris, menulis dalam situs The Conversation bahwa studi terbaru menemukan keterkaitan antara frekuensi mimpi buruk yang tinggi, penuaan yang lebih cepat, dan meningkatnya risiko kematian dini. Dalam konteks penelitian ini, “kematian dini” didefinisikan sebagai meninggal sebelum usia 75 tahun.

Penelitian tersebut menganalisis data dari 4.196 orang dewasa berusia 26 hingga 74 tahun, yang diambil dari empat studi besar berbasis populasi. Di awal penelitian, para partisipan melaporkan seberapa sering mimpi buruk mengganggu tidur mereka.

Selama 18 tahun masa tindak lanjut, tercatat 227 kasus kematian dini di antara partisipan.

Bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor risiko umum seperti usia, jenis kelamin, status kesehatan mental, kebiasaan merokok, dan indeks massa tubuh, hasilnya tetap menunjukkan bahwa orang yang mengalami mimpi buruk setiap minggu memiliki risiko kematian dini hampir tiga kali lipat lebih tinggi. Angka ini setara dengan risiko yang dihadapi perokok berat.

Mengapa Mimpi Buruk Bisa Berbahaya bagi Tubuh?

Dr. Hearn menjelaskan bahwa mimpi buruk terjadi saat fase tidur REM (rapid eye movement), yaitu fase di mana otak sangat aktif namun tubuh dalam keadaan lumpuh sementara.

Saat seseorang mengalami mimpi buruk, tubuh mengalami lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang memicu respons “melawan atau lari” (fight-or-flight). Intensitas respons ini bisa setara dengan kejadian penuh stres di kehidupan nyata.

Jika sistem alarm tubuh ini aktif malam demi malam, maka sistem stres bisa tetap aktif sepanjang hari, meski kita tidak menyadarinya.

Stres kronis seperti ini bisa:

·        Menyebabkan peradangan

·        Meningkatkan tekanan darah

·        Mempercepat kerusakan telomer, yaitu pelindung ujung kromosom yang berperan penting dalam proses penuaan

Selain itu, mimpi buruk juga mengganggu tidur dalam, yaitu fase tidur yang sangat penting bagi proses pemulihan tubuh dan pembersihan racun di tingkat sel. Kombinasi antara stres berulang dan gangguan tidur dapat mempercepat penuaan dan memperbesar risiko penyakit serius.

Mimpi Buruk Bisa Menandakan Masalah Neurologis

Dr. Hearn mengatakan bahwa mimpi buruk sering kali mencerminkan kondisi kesehatan yang memburuk, dan ini bukanlah gagasan baru. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dewasa yang sering mengalami mimpi buruk lebih rentan terhadap demensia dan penyakit Parkinson.

Kini semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa area otak yang terlibat dalam proses bermimpi juga rentan terhadap gangguan neurologis. Maka dari itu, frekuensi mimpi buruk yang tinggi bisa menjadi tanda awal gangguan sistem saraf.

Seberapa Umum Mimpi Buruk?

·        Sekitar 5% orang dewasa melaporkan mengalami mimpi buruk setidaknya sekali dalam seminggu

·        Sekitar 12,5% lainnya mengaku mengalaminya setiap bulan

Bisakah Mimpi Buruk Diatasi? Ya, Bisa!

Dr. Hearn menekankan bahwa mimpi buruk bisa dikurangi atau bahkan dihentikan dengan cara-cara yang sederhana dan tidak mahal, seperti:

·        Terapi kognitif-perilaku untuk insomnia

·        Imagery Rehearsal Therapy: teknik di mana pasien menulis ulang akhir mimpi buruk saat dalam kondisi sadar

·        Menjaga kamar tetap sejuk dan gelap saat tidur

·        Menjauhi layar elektronik sebelum tidur

Semua metode ini terbukti efektif dalam mengurangi frekuensi mimpi buruk dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Makanan Tertentu Bisa Picu Mimpi Buruk

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa jenis makanan yang dikonsumsi sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas mimpi.

Dalam sebuah studi oleh psikolog Tore Nielsen dari Université de Montréal, Kanada, sekitar 400 mahasiswa ditanyai tentang hubungan antara makanan dan mimpi buruk. Hasilnya:

·        Produk susu (susu, keju, yogurt, es krim) merupakan pemicu mimpi buruk nomor satu

·        Makanan manis dan cokelat paling sering dikaitkan dengan mimpi aneh

·        Makanan pedas, bertepung, dan daging juga memicu mimpi buruk, meski efeknya tidak sekuat produk susu

Kesimpulan: hindari makanan tertentu sebelum tidur bila ingin tidur nyenyak.

Penutup: Saatnya Serius Mengatasi Mimpi Buruk

Meski penelitian ini memiliki keterbatasan—seperti mayoritas partisipannya adalah orang kulit putih Amerika dan belum melalui proses peer review—namun hasilnya patut menjadi perhatian serius.

Tim peneliti menggunakan data dari banyak partisipan, memantau mereka selama bertahun-tahun, dan mengacu pada catatan kematian resmi, bukan sekadar laporan pribadi. Ini menjadikan hasilnya lebih kredibel dan bukan kebetulan statistik semata.

Jika hasil ini dikonfirmasi oleh studi lain, dokter mungkin perlu mulai menanyakan kebiasaan bermimpi pasien saat pemeriksaan rutin, bukan hanya tekanan darah dan kadar kolesterol.

Dr. Hearn menutup artikelnya dengan mengatakan: “Terapi non-invasif untuk mimpi buruk itu murah, tersedia, dan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang usia. Ini adalah peluang berharga yang seharusnya tidak kita sia-siakan.” (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine