Bentrokan Polisi dan Warga di Kenya:  10 Tewas, 63 Terluka, Ratusan Orang Ditangkap

EtIndonesia. Pada Senin (7/7/2025), terjadi bentrokan antara polisi dan warga di pinggiran ibu kota Kenya, Nairobi. Menurut laporan dari organisasi HAM dan kepolisian, setidaknya 10 orang tewas dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah tersebut, dan ratusan orang ditangkap.

Laporan AFP menyebutkan bahwa bentrokan terjadi sejak sekitar tengah hari, ketika polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah kelompok kecil demonstran. Sebagian dari massa melempari batu dan melakukan penjarahan yang merusak.

Menurut pernyataan resmi dari Dinas Kepolisian Nasional Kenya (National Police Service) pada 7 Juli malam, tercatat 11 orang meninggal, 52 polisi dan 11 warga sipil terluka.

Seorang pengunjuk rasa melemparkan gas air mata ke polisi antihuru-hara saat mereka menghadang mereka di sepanjang Jalan Jogu selama demonstrasi “Hari Saba Saba” di Nairobi, 7 Juli 2025. (TONY KARUMBA/AFP via Getty Images)
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan antipemerintah saat mereka berdiri di atas mobil yang dirusak yang digunakan sebagai barikade untuk memblokir jalan selama demonstrasi “Hari Saba Saba” di Nairobi, 7 Juli 2025. (LUIS TATO/AFP via Getty Images)
Para pengunjuk rasa bereaksi selama bentrokan saat polisi Kenya menembakkan gas air mata selama demonstrasi “Hari Saba Saba” di Nairobi, Kenya, 7 Juli 2025. (SIMON MAINA/AFP via Getty Images)
Dua wanita berjalan di pusat kota Nairobi saat demonstrasi “Hari Saba Saba” di Nairobi, Kenya, 7 Juli 2025. (Michel Lunanga/Getty Images)

Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Kenya (KNCHR) menuduh polisi bekerja sama dengan kelompok kriminal untuk menekan unjuk rasa tahunan memperingati Hari Saba Saba, dengan pengerahan besar-besaran aparat keamanan. Akibatnya, sebagian besar pusat kota Nairobi menjadi lengang.

Hari Saba Saba (yang berarti “tujuh tujuh”) diperingati setiap 7 Juli untuk mengenang peristiwa 7 Juli 1990, ketika rakyat Kenya bangkit melawan pemerintahan otoriter Presiden Daniel Arap Moi, dan menuntut diberlakukannya kembali sistem demokrasi multi-partai.

Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda Kenya kembali turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasan terhadap stagnasi ekonomi, korupsi, dan kekerasan oleh aparat.

Pada Juni lalu, demonstrasi juga berujung pada penjarahan dan aksi kekerasan yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ribuan toko hancur.  (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine