EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (7 Juli) menyatakan bahwa Washington akan memberikan lebih banyak senjata kepada Ukraina. Pernyataan ini berbalik dari keputusan Gedung Putih minggu lalu yang sempat menunda pengiriman sebagian bantuan senjata. Di saat yang sama, militer Rusia mengklaim telah merebut sebuah desa untuk pertama kalinya di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.
Trump mengatakan kepada media di Gedung Putih bahwa Ukraina sedang menghadapi “serangan yang sangat, sangat berat”, dan bahwa “kami akan menyediakan lebih banyak senjata, terutama senjata pertahanan”.
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama tiga tahun ini terus memanas, dengan Rusia meningkatkan serangan rudal dan drone, yang semakin mengancam pemerintahan Kyiv.
Pada 4 Juli lalu, Trump juga mengatakan bahwa Moskow hanya ingin “terus membunuh orang”, dan hal itu membuatnya “sangat tidak senang”.
Setelah percakapan antara kedua pihak, Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran selama berjam-jam terhadap Ukraina. Warga di berbagai wilayah Ukraina terpaksa mengungsi darurat. Serangan kali ini melukai 23 orang.
Seorang warga Kyiv menyatakan bahwa serangan 4 Juli dini hari terasa berbeda dari biasanya: “Belum pernah ada serangan seperti ini sebelumnya, belum pernah terjadi ledakan sebanyak ini.”
Militer Ukraina pada 4 Juli melaporkan bahwa pasukan Rusia mengerahkan 539 unit drone dan menembakkan 11 rudal pada hari itu.
Pada 7 Juli, Rusia meluncurkan gelombang serangan baru yang menewaskan 4 orang dan melukai lebih dari 30 orang di Ukraina. Dilaporkan bahwa salah satu target serangan Rusia adalah pusat perekrutan militer Ukraina.
Di hari yang sama, militer Rusia juga mengklaim bahwa setelah bertempur selama beberapa bulan di perbatasan wilayah Dnipropetrovsk, mereka akhirnya berhasil merebut sebuah desa untuk pertama kalinya di wilayah tersebut.
Menurut laporan Associated Press, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak dengan sekutu Eropa dan sebuah perusahaan pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi drone. Diharapkan Ukraina bisa memperoleh “ratusan ribu” drone tambahan tahun ini.
Dalam unggahan di Telegram pada 7 Juli, Zelenskyy menulis, “Pertahanan udara adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa,” termasuk pengembangan drone pencegat untuk menghadang drone jarak jauh buatan Rusia jenis “Shahed”. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


