EtIndonesia. Pada Selasa (8/7/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet ke-6 yang seluruhnya dibuka untuk media. Trump menegaskan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah lama mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, dan mengkritik bahwa sebagian besar peralatan tenaga angin dan surya berasal dari Tiongkok.
Pada kesempatan itu, Trump kembali menekankan bahwa Amerika harus membangun sistem energi yang stabil untuk menjamin keunggulan dalam kecerdasan buatan (AI) dan militer. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan domestik dan internasional yang sedang dihadapi Amerika, termasuk bencana banjir di Texas.
Berikut laporan dari koresponden NTD di Gedung Putih, Tao Ming dan Ren Hao.
“Trump mengadakan rapat kabinet ke-6 yang sepenuhnya terbuka untuk wartawan. Presiden dan para menterinya menjawab pertanyaan selama satu setengah jam, dengan berulang kali menyebut soal bagaimana Tiongkok mengambil keuntungan dari Amerika,” demikian Tao Ming.
Rapat Kabinet Trump Mengungkap Hubungan Multi-lapis AS-Tiongkok
Presiden AS, Donald Trump: “(Secara keseluruhan, tenaga angin) adalah bencana. Turbin angin itu hampir semuanya dibuat di Tiongkok.”
Trump mengkritik bahwa tenaga angin adalah sumber listrik paling mahal di dunia, turbin mudah rusak, dan setelah ditinggalkan, merusak pegunungan, sungai, dan lautan, serta membahayakan satwa liar. Ia juga menuduh pembangkit listrik tenaga surya yang luasnya mencapai hektaran telah menggerus lahan pertanian dan tidak efisien.
Trump: “(Pembangkit listrik tenaga surya) hanyalah tumpukan plastik dari Tiongkok. Semua plastik—plastik hitam dari Tiongkok.”
Trump menyatakan bahwa teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan membutuhkan pasokan listrik besar dan stabil. Oleh karena itu, Amerika harus membangun pembangkit listrik tenaga batu bara dan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Amerika jauh lebih kuat dari Tiongkok, bahwa kecerdasan buatan Amerika unggul dari PKT, dan militer AS lebih kuat dari Tentara Pembebasan Rakyat. Saat membahas serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Iran, ia juga menyinggung kebijakan penarikan pasukan dari Afghanistan oleh pemerintahan sebelumnya.
Trump: “Saya semula berencana mempertahankan pangkalan udara besar Bagram setelah penarikan pasukan. Sekarang, tempat itu dikendalikan oleh PKT.”
Bandara Bagram memiliki landasan pacu yang dibangun dari beton bertulang.
Trump: “(Bandara Bagram) hanya berjarak satu jam berkendara dari lokasi pembuatan senjata nuklir PKT.”
Fokus Trump: Banjir Texas dan Keadilan Kebijakan Tarif
Dalam rapat kabinet, perhatian utama Trump tertuju pada upaya bantuan bencana banjir di Texas yang dikoordinasikan antara pemerintah federal dan daerah. Ia juga sangat menekankan keadilan dalam kebijakan tarif.
Trump: “Hampir semua negara mengenakan tarif pada kita. Selama bertahun-tahun, kita mengalami defisit perdagangan dengan hampir semua negara.”
Menteri Keuangan Scott Bessent, melaporkan bahwa pendapatan tarif tahun ini sudah mencapai 100 miliar dolar AS dan diperkirakan bisa mencapai 300 miliar dolar pada akhir tahun.
Menteri Pertanian Brooke Rollins: Tindakan Baru Cegah Infiltrasi PKT di Dunia Pertanian
Pada Selasa pagi, Departemen Pertanian AS meluncurkan Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional. Rencana ini akan dilaksanakan bersama oleh Departemen Pertahanan, Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta para gubernur negara bagian, untuk melindungi pertanian AS dari ancaman PKT dan negara-negara musuh lainnya.
“Pertanian AS tidak hanya memberi makan keluarga kita, tapi juga melindungi bangsa kita dari musuh asing. (Musuh asing) membeli lahan pertanian kita, mencuri hasil riset kita, dan menciptakan celah berbahaya di sistem (pertanian) yang menjadi tumpuan hidup kita,” kata Brooke Rollins.
Para menteri dan gubernur yang terlibat dalam rencana ini semua sepakat bahwa sektor pertanian sangat penting.
Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem berkata : “Jika suatu negara tidak bisa memberi makan dirinya sendiri, tidak bisa merawat dirinya, tidak bisa mandiri, maka negara itu tidak aman. Kita (AS) harus bisa memberi makan diri sendiri dan memastikan tidak ada negara lain yang bisa mengendalikan kita.”
Terungkap: Perusahaan & Warga Asing Beli Lahan Strategis AS
Rencana aksi ini juga mengungkap niat jahat PKT yang memerintahkan perusahaan dan warga sipil Tiongkok untuk membeli banyak tanah di AS.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth: “Saya ingin tahu siapa yang memiliki tanah di sekitar pangkalan militer dan pangkalan strategis kita. Saya ingin tahu kenapa entitas asing, perusahaan asing, dan individu asing membeli tanah di sekitar pangkalan-pangkalan ini.”
Gubernur negara bagian memegang peran penting dalam menjamin keamanan pertanian. Rawlins menyebut mereka sebagai pilar utama.
Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins : “Dengan mengumumkan (Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional) hari ini, kita akan merebut kembali tujuan ini—menjaga keamanan pertanian Amerika, dan merebut kembali tanah pertanian Amerika milik kita.” (Hui/asr)
Laporan dari Tao Ming dan Ren Hao, Koresponden NTDTV di Gedung Putih.


