Mobil Terendam Banjir dalam Jumlah Besar di Tiongkok Mengalir ke Pasar Mobil Bekas, Timbulkan Bahaya Tersembunyi

Baru-baru ini, sejumlah wilayah di Tiongkok mengalami banjir besar secara tiba-tiba, termasuk di Kabupaten Longshan (Hunan), Kabupaten Huaiji (Guangdong), Kabupaten Rongjiang (Guizhou), dan Kabupaten Xianfeng (Hubei). Banyak mobil tersapu atau terendam banjir dan kemudian ditarik serta dilelang di tempat. Namun, sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa setelah diperbaiki, mobil-mobil yang terendam banjir tersebut mengalir ke pasar mobil bekas dan menyimpan potensi bahaya keselamatan.

EtIndonesia. Pada 18 dan 24 Juni, terjadi banjir besar yang memecahkan rekor di Kabupaten Huaiji (Guangdong) dan Kabupaten Rongjiang (Guizhou). Jalanan penuh dengan mobil yang terendam. Sejumlah pedagang mobil bergegas datang ke dua kabupaten tersebut untuk membeli mobil-mobil bekas banjir. 

Seorang pedagang mobil spesialis kendaraan bekas banjir, Tuan Li, mengungkapkan bahwa mobil-mobil tersebut setelah diperbaiki akan dijual kembali sebagai mobil bekas “berkualitas”.

Pedagang mobil, Tuan Li:  “Mobil-mobil itu kebanyakan terendam cukup parah, dan yang paling banyak adalah mobil merek Jepang. Harga pasaran mobil bekas banjir adalah sekitar 40%–50% dari harga mobil bekas normal. Detailnya tergantung kondisi dan tipe mobil. Kalau mobilnya diasuransikan, tinggal klaim saja; tapi kalau tidak diasuransikan, tidak ada catatan resminya. Setelah diperbaiki, mobil-mobil itu dijual seolah-olah bukan bekas banjir.”

Pada 19 Juni dini hari, Kabupaten Longshan di Provinsi Hunan terdampak parah akibat hujan lebat dan dibukanya pintu bendungan dari beberapa waduk di hulu. 

Seorang petugas penyelamat dari kabupaten tetangga, Tuan Zhang, mengungkapkan bahwa ia ikut serta dalam penarikan mobil-mobil terendam. Katanya, sejumlah tempat parkir penuh dengan mobil-mobil bekas banjir. Setelah urusan klaim asuransi selesai, mobil-mobil itu langsung dilelang di tempat.

Petugas penyelamat, Tuan Zhang:  “Kali itu airnya sangat besar, banyak mobil tersapu banjir sampai hilang, perusahaan asuransi tidak mengganti rugi. Tempat parkir ini hanya salah satu dari sekian banyak, ada ribuan unit, semuanya mobil bekas banjir, sampai atapnya terendam. Semuanya total loss, dari berbagai jenis. Ada perusahaan lelang di sini, lelang mulai dari beberapa ribu yuan saja. Setelah dilelang, mobil langsung diangkut. Tapi mobil-mobil itu menyimpan risiko keselamatan.”

Pada hari itu, banyak garasi bawah tanah di perumahan Kabupaten Longshan juga terendam. Di kompleks Longling International, tiga pemilik mobil tewas saat mencoba memindahkan kendaraan.

Warga Longshan, Tuan Peng:  “Di Longshan waktu itu masih dini hari, banyak orang sedang tidur. Garasi bawah tanah tiba-tiba terendam banjir. Air datang dari mana-mana, saat orang berusaha menyelamatkan mobil mereka, air sudah masuk ke garasi dan dalam 10–20 menit penuh. Banyak mobil mati mesin dan macet di tempat. Tidak bisa diselamatkan. Di Longling International ada tiga orang yang meninggal, cuma satu yang berhasil diselamatkan.”

Pada 1 Juli dini hari, hampir seluruh wilayah Kabupaten Xianfeng, Enshi, Provinsi Hubei terendam banjir. Banyak kendaraan tersapu arus. Seorang petugas penyelamat mengungkapkan bahwa ia membantu menarik mobil-mobil dari sungai, dan banyak yang sudah hancur tak berbentuk.

Petugas penyelamat, Tuan Wang:  “Di sini, di Jiangjiaba, di bawah Bendungan Baishuiba, terlalu banyak mobil yang terseret arus. Masih banyak yang belum kelihatan, belum digali. Yang berhasil diangkat pun tidak bisa diperbaiki, semuanya harus dibuang. Di sekitar sini kondisinya hancur total, benar-benar menyedihkan. Ini yang paling parah, ladang jagung juga habis tersapu.” (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD, Xiong Bin dan Boni.

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine