Pada Rabu (9 Juli), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Pentagon dan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Di saat yang sama, militer Israel mengumumkan telah menewaskan seorang pemimpin milisi Hizbullah dalam serangan udara di Lebanon selatan.
EtIndonesia. PM Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Pentagon dan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS dan pejabat militer tinggi lainnya. Mereka membahas operasi gabungan antara AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran yang dilakukan sebulan lalu.
“Saya pikir Iran telah memperhatikan hal ini, dan saya yakin seluruh Timur Tengah pun memperhatikannya—tentang tekad Amerika dan kekuatan aliansi kami. Sejujurnya, saya rasa ini seperti dua singa yang mengaum, dan seluruh dunia telah mendengarnya,” kata Netanyahu.
Setelah mengadakan jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden Trump pada Senin, kedua pemimpin kembali mengadakan pertemuan tertutup di Gedung Putih pada Selasa (8 Juli).
Menjelang pertemuan kedua, Presiden Trump menyampaikan bahwa fokus utama diskusinya dengan Netanyahu adalah situasi di Gaza.
Presiden AS Donald Trump: “Ya, malam ini dia akan datang lagi. Kami sedang membahas Gaza, utamanya Gaza.”
Di hari yang sama, keluarga sandera yang ditahan oleh Hamas menggelar aksi di luar parlemen Israel, mendesak agar setiap kesepakatan gencatan senjata di Gaza harus mencakup pembebasan seluruh sandera.
Pada Rabu, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Slovakia, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza bisa tercapai jika negosiasi dengan Hamas berhasil dilanjutkan.
“Jika Hamas membebaskan para sandera dan meletakkan senjata, perang di Gaza bisa berakhir besok. Kami telah mengirim delegasi ke Doha untuk bernegosiasi. Kami juga telah menyetujui proposal gencatan senjata dari utusan AS Steve Witkoff,” ujar Menlu Israel Gideon Sa’ar.
Sementara itu, serangan Israel ke Gaza masih terus berlangsung. Pada Rabu, ledakan terdengar di Gaza utara, dengan asap membumbung ke udara.
Militer Israel menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, mereka menyerang lebih dari 100 target militer Hamas, termasuk gudang senjata, peluncur roket, dan terowongan bawah tanah.
Pejabat kesehatan di Gaza menyatakan bahwa sedikitnya 40 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Israel menuduh Hamas menyembunyikan target-target militer di area permukiman dan menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Selain itu, militer Israel juga merilis video pada Rabu yang memperlihatkan operasi mereka terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.
Dalam pernyataan militer, pasukan Israel menyatakan bahwa mereka terus menjalankan misi pertahanan di sepanjang perbatasan Lebanon, termasuk menghancurkan infrastruktur teroris milik Hizbullah.
Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa pada hari Selasa, mereka berhasil menewaskan Hussein Mazhar—seorang komandan unit Badr Hizbullah yang bertanggung jawab atas wilayah Zahrani—dalam sebuah serangan di kota Babliyeh, Lebanon selatan.
Dilaporkan bahwa Hussein bertanggung jawab mendorong serangan Hizbullah terhadap Israel. (Hui/asr)
oleh: Zhao Fenghua, NTD


