Trump Temui Pemimpin Afrika untuk Melawan PKT, NATO Ungkap Ambisi Rezim Tiongkok

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (9 Juli)  bertemu dengan para pemimpin dari lima negara Afrika di Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa perlakuan AS terhadap Afrika jauh lebih baik dibandingkan dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Di hari yang sama, Trump juga mengumumkan putaran baru tarif terhadap tujuh negara. Sementara itu, NATO memperingatkan bahwa Tiongkok dan Rusia merupakan ancaman terhadap keamanan global. 

Berikut laporan dari wartawan NTD, Zhang Liang, dari Washington.

 “Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh ekonomi PKT di Afrika semakin meningkat, dengan investasi besar-besaran terutama dalam bidang eksploitasi sumber daya alam. Yang patut dicatat, kelima negara Afrika yang diundang ke Gedung Putih pada hari Rabu semuanya memiliki sumber daya alam yang melimpah. Amerika Serikat sedang berupaya keras untuk mengurangi ketergantungan negara-negara ini terhadap PKT. Presiden Trump dalam jamuan makan siang menyebut bahwa Afrika memiliki potensi ekonomi besar yang jarang ditemukan di tempat lain,” demikian wartawan Zhang Liang melaporkan. 

Presiden AS Donald Trump:  “Dalam banyak hal, kami memperlakukan Afrika dengan baik, termasuk soal tarif. Perlakuan kami terhadap Afrika jauh lebih baik dibandingkan dengan Tiongkok (PKT) atau tempat lainnya.”

Pada  Rabu, Trump menerima para pemimpin dari lima negara Afrika di Gedung Putih, yaitu: Gabon, Guinea-Bissau, Liberia, Mauritania, dan Senegal. Trump juga menyatakan bahwa negara-negara tersebut tidak akan dikenakan tarif oleh Amerika Serikat.

Trump:  “Saya rasa tidak akan (dikenakan tarif). Saya suka dia, dia, dia, dia, dan dia. Jadi saya rasa tidak mungkin akan ada tarif. Sekarang kita sudah berteman.”

Trump juga mengumumkan di hari yang sama bahwa tarif baru akan dikenakan terhadap tujuh negara, yaitu: Aljazair, Irak, Libya, Sri Lanka, Brunei, Moldova, dan Filipina. Tarif yang dikenakan yaitu: 30% untuk Aljazair, Irak, Libya, dan Sri Lanka; 25% untuk Brunei dan Moldova; serta 20% untuk Filipina.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Rabu bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin. Keduanya memperingatkan ancaman keamanan dari Rusia dan PKT.

Rutte secara khusus menekankan bahwa NATO mengetahui ambisi PKT untuk menyerang Taiwan.

Sekjen NATO Mark Rutte:  “Sebelum menyerang Taiwan, para pemimpin PKT akan terlebih dahulu menelepon Moskow, meminta bantuan dari rekannya, Putin, untuk mengalihkan perhatian kami di Eropa.”

Wartawan:  “Dalam dua hari terakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dua kali mengunjungi Gedung Putih. Presiden Trump pada hari Rabu juga menyampaikan kepada wartawan bahwa kesepakatan sebagian mengenai gencatan senjata di Gaza mungkin bisa tercapai secepatnya minggu ini atau minggu depan.” (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan NTD Zhang Liang dan Yi Xin dari Washington, AS.

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine