Video: Pemberontak Houthi Yaman Tenggelamkan Kapal Yunani di Laut Merah, 11 Awak Hilang

EtIndonesia. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi tiga awak kapal dan seorang petugas keamanan hidup-hidup dari Laut Merah pada hari Kamis (10/7), ungkap sumber keamanan maritim, sehari setelah militan Houthi menenggelamkan kapal Yunani Eternity C dan mengatakan mereka masih menahan beberapa awak yang masih hilang.

Dengan demikian, jumlah total yang diselamatkan sejauh ini menjadi 10 orang, termasuk delapan awak kapal Philipina, satu warga negara India, dan satu petugas keamanan Yunani. Orang-orang yang ditemukan pada hari Kamis telah menghabiskan lebih dari 48 jam di laut. Sebelas orang lainnya masih hilang.

“Ini memberi kami lebih banyak keberanian untuk terus mencari mereka yang hilang, seperti yang diminta oleh operator kapal Yunani, dan menunjukkan bahwa rencana pencarian kami tepat,” kata Nikos Georgopoulos, seorang pejabat di perusahaan risiko maritim Diaplous yang berbasis di Yunani.

Eternity C adalah kapal kargo curah Yunani kedua yang ditenggelamkan minggu ini oleh milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Serangan tersebut, yang menurut Houthi merupakan aksi solidaritas dengan warga Palestina dalam perang Gaza, telah mengakhiri ketenangan selama berbulan-bulan di wilayah tersebut.

Misi Amerika Serikat di Yaman menuduh Houthi menculik awak kapal dan menyerukan pembebasan mereka segera.

Pada hari Rabu, juru bicara militer Houthi mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa angkatan laut Yaman telah “merespons untuk menyelamatkan sejumlah awak kapal, memberikan perawatan medis, dan mengangkut mereka ke lokasi yang aman”.

Eternity C tenggelam pada hari Rabu beberapa hari setelah Houthi menyerang dan menenggelamkan Magic Seas, menghidupkan kembali kampanye yang diluncurkan pada November 2023 yang telah mengakibatkan lebih dari 100 kapal diserang.

Kedua kapal yang diserang minggu ini mengibarkan bendera Liberia dan dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan Yunani. Semua awak dari Magic Seas diselamatkan sebelum kapal tenggelam.

Eternity C pertama kali diserang pada hari Senin dengan drone laut dan granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari speedboat. Empat orang diduga tewas, dengan sumber keamanan maritim mengatakan mereka tewas dalam serangan tersebut. Jika terkonfirmasi, kematian ini akan menjadi yang pertama di wilayah tersebut sejak Juni 2024.

Setelah serangan kedua pada Selasa pagi, para awak kapal terpaksa melompat ke air. Tim penyelamat telah mencari mereka sejak Rabu pagi.

Operator kapal, Cosmoship Management, belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine