Baru-baru ini, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara langka mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Mandarin, mengecam keras Kementerian Keamanan Negara Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dinilai “menghalalkan segala cara, tanpa rasa malu”, dalam mencuri teknologi dan informasi sensitif milik Amerika Serikat. Para ahli menyatakan bahwa PKT telah melancarkan perang tak terbatas terhadap AS, dan pemerintah AS perlu melakukan serangan balik secara menyeluruh.
EtIndonesia. Kantor FBI cabang Houston mengeluarkan pernyataan tegas di platform X (Twitter), menggunakan bahasa Mandarin, yang menyebutkan bahwa peretas asal Tiongkok bernama Xu Zewei, ditangkap oleh FBI cabang Houston di bandara Italia, dan langsung menuding Kementerian Keamanan Negara PKT sebagai pihak yang:
“Menghalalkan segala cara, tanpa rasa malu, dan mengabaikan prinsip hukum internasional dasar dalam mencuri teknologi serta informasi sensitif milik Amerika. Satu-satunya hal yang mereka ‘sesali’ hanyalah karena kejahatan ilegal mereka kini telah terbongkar dan diketahui publik.”
Menurut dakwaan resmi, Xu Zewei dan komplotannya Zhang Yu (44 tahun), antara Februari 2020 hingga Juni 2021, terlibat dalam serangan siber besar-besaran yang dijalankan oleh Kementerian Keamanan Negara PKT. Mereka menyerang lebih dari 60.000 institusi di Amerika Serikat, dan mencuri data sensitif dari lebih dari 12.700 institusi, menyebabkan kerusakan serius terhadap keamanan nasional AS.
Anggota Komite “Menghadapi Krisis PKT di Amerika Serikat”, Lin Xiaoxu, mengatakan: “Kasus Xu Zewei ini hanyalah puncak gunung es. FBI mengecam Kementerian Keamanan Negara Tiongkok, tapi sebenarnya bukan hanya kementerian itu saja, sistem militer PKT juga punya pasukan peretas besar. Kalau Xu bisa menyerang lebih dari 60.000 institusi AS, maka kekuatan militer mereka pasti lebih besar lagi.”
Mark, pembawa acara program “Mark’s Space-Time”, juga menyebutkan: “PKT, Rusia, Iran, dan Korea Utara disebut sebagai ‘poros kejahatan’, dan keempat negara ini memiliki jaringan peretas yang sangat besar. Mereka telah menyebabkan kerusakan besar terhadap negara-negara lain, khususnya negara-negara Barat.”
Para pakar menilai, PKT telah menggunakan metode perang tak terbatas untuk menyerang Amerika Serikat. Maka, AS perlu merespons dengan tindakan menyeluruh dari berbagai aspek.
Lin Xiaoxu menegaskan: “Tindakan PKT saat ini pada dasarnya sudah berada dalam keadaan perang. Oleh karena itu, pemerintah AS tidak bisa hanya menanggapinya secara diplomatik atau ekonomi biasa. Kalau lawan menggunakan perang tak terbatas untuk menyerangmu, maka kamu juga harus melawan dengan segala cara dari semua lini.”
Saat ini, Xu Zewei tengah menghadapi proses ekstradisi ke Amerika Serikat, sementara komplotannya Zhang Yu masih menjadi buronan. (Hui/asr)
Laporan oleh wartawan NTD, Li Yun dan Qiu Yue.


