Kapal Selam Nuklir AL AS Kunjungi Islandia untuk Pertama Kalinya, Kirim Sinyal Keras ke Beijing

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Arktik, pada Rabu (9 Juli), kapal selam serang cepat bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Newport News, untuk pertama kalinya merapat di Reykjavík, ibu kota Islandia. Langkah ini dipandang sebagai sinyal peringatan keras kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia. Kapal selam kelas Los Angeles, USS Newport News, dilengkapi dengan 12 peluncur vertikal (VLS) yang dapat meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, serta persenjataan konvensional lainnya. Kapal ini memiliki kemampuan penting dalam pengawasan bawah laut, peperangan anti-kapal selam, dan anti-permukaan.

“Kunjungan pelabuhan hari ini adalah momen penting yang menegaskan komitmen kuat kami terhadap pertahanan kolektif dan keamanan kawasan Arktik… Kami berpatroli di laut dalam dalam dunia yang semakin kompleks dan kompetitif, sekaligus memberikan kekuatan penangkal,” kata Komandan Angkatan Laut AS, Laksamana Stuart B. Munsch, dalam sebuah pernyataan. 

Kunjungan USS Newport News ini dilakukan di tengah situasi kawasan Arktik yang makin memanas, di mana kawasan tersebut menjadi ajang perebutan pengaruh antara PKT, Rusia dan NATO.

Rusia telah mengerahkan sumber daya militer dalam jumlah besar ke kawasan Arktik. Sementara itu, PKT juga makin aktif di kawasan tersebut, yang menimbulkan kewaspadaan dari negara-negara Barat.

Melalui proyek yang disebut “Jalur Sutra Kutub”, PKT berusaha memperluas inisiatif Belt and Road (BRI) ke kawasan Arktik, yang mana semakin memperumit ketegangan di wilayah itu.

Selain itu, PKT dengan cepat memperbesar armada kapal pemecah es, dan bahkan mengadakan patroli bersama dengan Rusia di wilayah Laut Bering, dekat pantai Alaska.

Namun demikian, Rusia sendiri merasa khawatir dengan ekspansi PKT yang semakin dalam di wilayah yang dianggap sebagai “halaman belakangnya”. Menurut dokumen rahasia dari dinas keamanan Rusia yang baru-baru ini bocor, Moskow mencurigai PKT melakukan aktivitas mata-mata di Arktik dengan kedok perusahaan pertambangan dan penelitian ilmiah.

Pejabat Kedutaan Besar AS di Islandia, Erin Sawyer, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Koordinasi mendalam kami dengan sekutu luar biasa kami di NATO—Islandia—untuk mewujudkan kunjungan bersejarah ini menunjukkan komitmen kuat kami terhadap kebebasan navigasi dan keamanan sekutu kami di kawasan ini.”

Karena letaknya yang sangat strategis, Islandia telah lama menjadi pos depan militer penting bagi Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Islandia menyatakan bahwa keberadaan kapal selam nuklir AS di wilayah mereka secara efektif meningkatkan kemampuan pemantauan bawah laut sekutu, memungkinkan pemahaman situasi yang lebih baik, serta menjamin keamanan infrastruktur bawah laut seperti kabel komunikasi laut di sekitar perairan Islandia. (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan NTD, Zhao Fenghua.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine