Pada Kamis (10 Juli), Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyatakan bahwa negosiasi gencatan senjata dan pertukaran sandera di Gaza yang berlangsung di Doha, ibu kota Qatar, telah memasuki hari kelima, dan ia optimistis akan tercapainya kesepakatan. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancaranya dengan media AS sebelumnya mengatakan bahwa Israel dan Amerika Serikat memiliki tujuan yang sama dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.
EtIndonesia. Dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Austria Beate Meinl-Reisinger dan Menlu Jerman Johann Wadephul, pada Kamis (10/7), Menlu Israel menyampaikan bahwa delegasi Israel sedang menggelar negosiasi di Doha mengenai gencatan senjata di Gaza.
“Israel benar-benar ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera di Gaza. Saya percaya hal ini bisa terwujud. Kami telah mengirim delegasi ke Doha, dan negosiasi di sana telah memasuki hari kelima,” kata Gideon Sa’ar.
Seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa poin utama yang belum disepakati antara Israel dan Hamas adalah: Israel ingin tetap menempatkan pasukan di Koridor Morag di Gaza selama masa gencatan senjata 60 hari, sementara Hamas menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Sehari sebelumnya, PM Netanyahu saat mengunjungi Kongres AS menyatakan bahwa tujuan Israel dan pemerintah AS sejalan dalam mendorong perdamaian Timur Tengah.
PM Israel Benjamin Netanyahu: “Presiden Trump dan saya memiliki tujuan yang sama. Saya ingin para sandera kami dibebaskan. Kami ingin mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.”
Dalam wawancaranya dengan Fox Business News pada Selasa (8 Juli) malam, Netanyahu juga menyatakan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata di Gaza.
Netanyahu: “Saya pikir kita sangat mungkin mencapai kesepakatan gencatan senjata. Ini akan membawa kita lebih dekat pada tujuan yang sejak awal saya nyatakan: menyelamatkan semua sandera kita tanpa menyerah.”
Namun di saat yang sama, serangan militer Israel ke Gaza masih terus berlangsung. Asap tebal terlihat membumbung di langit Gaza.
Menurut pejabat kesehatan di Gaza, dari Rabu (9 Juli) malam hingga Kamis pagi, serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 34 warga Palestina.
Militer Israel juga merilis sebuah video pada Kamis yang memperlihatkan operasi militer di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebuah terowongan bawah tanah milik Hamas berhasil dihancurkan.
Selain itu, pada hari yang sama, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menembakkan rudal ke Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel, yang memicu alarm peringatan udara di berbagai wilayah.
Namun, militer Israel kemudian menyatakan bahwa rudal dari Yaman tersebut berhasil dicegat. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


