Perang Rusia-Ukraina Makin Memanas Hingga AS Tingkatkan Bantuan ke Ukraina

EtIndonesia. Perang antara Rusia dan Ukraina terus meningkat. Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan terus memberikan bantuan militer kepada Ukraina, dan melalui NATO, kemungkinan juga akan mengirim sistem rudal Patriot. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunjungi Gedung Putih pekan ini untuk membahas kesepakatan gencatan senjata di Gaza, dan secara pribadi menyerahkan surat nominasi Hadiah Nobel Perdamaian untuk Donald Trump — yang membuat Trump sangat tersentuh.

Warga Kyiv, Zakharchenko:  “Ledakan terjadi satu demi satu, datang dari berbagai arah.”

Warga Kyiv yang ketakutan dan putus asa kembali harus menghadapi serangan bertubi-tubi dari Rusia. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat untuk menghentikan perang. 

Minggu ini, jumlah drone yang dikerahkan Rusia dalam satu serangan meningkat dari ratusan menjadi lebih dari 700, ditambah serangan rudal. 

Target serangan meliputi rumah warga, kereta api, sekolah, rumah sakit, bahkan gudang barang bantuan dari luar negeri yang dikirim ke Ukraina juga diserang oleh agen kelompok Wagner. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutnya sebagai “terorisme murni”.

Kerugian ekonomi Ukraina akibat perang diperkirakan telah mencapai 500 miliar euro.

PM Italia, Giorgia Meloni:  “Dalam pertemuan hari ini, kami bersama-sama menyepakati komitmen senilai lebih dari 10 miliar euro.”

Pada 10 Juli, negara-negara utama Eropa mengadakan Konferensi Rekonstruksi Ukraina di Roma. Selain berkomitmen membantu pembangunan kembali Ukraina, mereka juga akan membeli sistem rudal pertahanan udara Patriot dari AS untuk mendukung pertahanan Ukraina.

 “Jerman siap membiayai dua sistem Patriot, saya telah mencapai kesepakatan dengan mereka. Norwegia bersedia membiayai satu sistem, dan saya juga telah mencapai kesepakatan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, dan menyampaikan pesan Presiden Trump kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

 “Presiden menyampaikan dengan jelas bahwa ia kecewa dan frustasi karena Rusia tidak menunjukkan fleksibilitas untuk mengakhiri konflik ini. Kami berharap situasi ini bisa berubah, dan kami akan terus mengambil langkah-langkah yang menurut kami bisa mengubah arah konflik,” katanya. 

Presiden AS Donald Trump:  “Putin mengatakan banyak omong kosong kepada kami, jika kalian ingin tahu kenyataannya. Ia selalu bersikap ramah, tapi semua yang ia katakan tidak ada artinya, terbukti hanya omong kosong.”

Trump: “Karena dia (Putin) telah membunuh banyak orang — sebagian besar adalah tentaranya sendiri. Saat ini, setiap minggu ada sekitar 7.000 orang tewas. Saya sangat tidak puas dengan Putin.”

Baru-baru ini, sikap Trump terhadap kedua belah pihak dalam konflik berubah drastis. Ia untuk pertama kalinya menggunakan hak diskresi presiden untuk mengalokasikan bantuan senilai 300 juta dolar AS berupa senjata ke Ukraina. Senin depan, ia dijadwalkan menyampaikan pernyataan besar mengenai Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov:  “Kami sedang menunggu pernyataan tersebut, untuk mengetahui maksud Presiden Trump. Kami akan mencatat dengan cermat semua detail dari komentar pemimpin AS.”

Pekan lalu, Trump dan Zelenskyy membahas kerjasama teknologi dan pengadaan bersama. Minggu ini, Trump juga menyatakan akan mempertimbangkan serius proposal sanksi ekonomi dari Senator Richard Blumenthal dan Lindsey Graham.

Senator AS Richard Blumenthal:  “Juli akan menjadi momen krusial. Kami akan menjatuhkan sanksi keras terhadap Putin. Ia harus bersiap, karena ekonomi Rusia sudah goyah, dan sanksi ini akan menghantam kekuasaannya.”

Senator Lindsey Graham:  “Kita harus mengubah cara kita menghadapi Putin. Dia sama sekali tidak merespons dengan positif. RUU ini akan memberikan AS alat tekanan penting terhadap Tiongkok dan India, dua negara yang menjadi pendukung utama mesin perang Putin.”

Pekan lalu, Ukraina menemukan komponen buatan Tiongkok dalam drone milik Rusia. Minggu ini, dua warga negara Tiongkok kembali dituduh melakukan spionase, karena secara diam-diam mengumpulkan dokumen rahasia tentang sistem rudal anti-kapal “Neptune” Ukraina untuk kepentingan Partai Komunis Tiongkok.

Sementara itu, menurut Reuters, setelah menghadiri pertemuan ASEAN, Menlu Rusia Lavrov melakukan kunjungan ke kota industri militer Wonsan di Korea Utara. Rusia dan Korea Utara diketahui memiliki perjanjian pertahanan bersama. Badan intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara akan mengirim lebih banyak tentara ke Rusia bulan depan.

Koalisi antara Partai Komunis Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia membuat situasi perang Rusia-Ukraina semakin kompleks.

Di sisi lain, pekan ini Perdana Menteri Israel Netanyahu mengunjungi Gedung Putih. Selain membahas gencatan senjata di Gaza dan pertukaran sandera, ia juga menyerahkan sebuah surat kepada Presiden Trump.

Donald Trump:  “Terima kasih banyak! Terutama atas surat yang Anda berikan, itu sangat berarti. Terima kasih.”

Surat tersebut adalah nominasi resmi Hadiah Nobel Perdamaian dari Netanyahu kepada Trump, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Trump terhadap perdamaian di Timur Tengah.

Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran kemungkinan besar akan segera tercapai. Ia juga mengatakan bahwa warga Gaza akan diberi pilihan untuk tetap tinggal atau meninggalkan wilayah tersebut. Saat ini, Israel dan AS sedang mencari negara-negara yang bersedia menerima para pengungsi Gaza. (Hui/asr)

oleh: Lin Chao dan Yu Wei untuk New Tang Dynasty News Weekly

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine