Pemeriksaan kendaraan di jalan raya oleh polisi lalu lintas di bawah pemerintah Komunis Tiongkok (PKT) telah menjadi praktik umum untuk “menghasilkan pendapatan” dan kerap memicu kemarahan publik.
Beredar kabar bahwa seorang pria di Weifang, Shandong, diduga disetop oleh polisi lalu lintas, lalu ia menyerang mereka dengan pisau dapur di tengah jalan sambil berteriak marah, “Aku salah apa?!”
EtIndonesia. Pada 10 Juli 2025, muncul beberapa video dari kota Weifang yang menunjukkan seorang pria menyerang polisi lalu lintas di jalanan.
Video menunjukkan seorang pria bertubuh besar mengenakan pakaian hitam dan celana pendek, memegang pisau dapur di tangan kiri, mengejar dan menebas seorang polisi lalu lintas.
Ketika polisi mencoba menghindar, dia terhalang oleh sebuah becak motor (tiga roda) yang berhenti di tengah jalan, sehingga terkena sabetan di lengan kanan dan terjatuh, bersandar di roda kendaraan. Pria itu mencoba mengitari kendaraan untuk melanjutkan serangan, namun polisi segera bangkit dan melarikan diri.
Dalam video lanjutan, terlihat polisi tidak sempat lari jauh sebelum kembali dijatuhkan oleh pelaku. Polisi tersebut duduk di tengah jalan, lengan kanannya penuh darah, dan topinya terjatuh ke tanah.
Sambil mengamuk, pria bersenjata itu terus berteriak:
“Aku salah apa?! Aku salah apa?!”
Sementara itu, polisi mencoba menenangkan situasi dengan mengangkat tangan kiri dan membuat gestur menghentikan perlawanan.
Dalam video lain, terlihat tiga orang polisi lalu lintas datang ke lokasi dan berusaha mengepung pria bersenjata tersebut. Namun karena mereka tidak membawa senjata, mereka hanya bisa menggunakan kerucut pembatas jalan untuk mempertahankan diri.
Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait insiden ini, dan kelanjutan kasus belum diketahui.
Di Tiongkok, departemen polisi lalu lintas telah lama menjadi sumber “pemasukan” bagi pemerintah daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi keuangan pemerintah lokal semakin sulit. Praktik polisi lalu lintas yang menyetop kendaraan secara sewenang-wenang, memberikan denda, dan menyita serta menjual kendaraan menjadi semakin umum.
Di sisi lain, tekanan hidup yang berat di kalangan masyarakat bawah membuat kasus perlawanan kekerasan terhadap otoritas semakin sering terjadi.
Di media sosial sering beredar video pengemudi yang menyerang polisi dengan senjata tajam, atau truk besar yang menabrak pos pemeriksaan polisi.
Pada Mei lalu, sempat viral sebuah video yang menunjukkan sebuah truk besar menabrak pos pemeriksaan di Jalan Nasional G205 di Tiongkok, yang dikabarkan menewaskan 3 polisi dan melukai 15 lainnya. Namun, informasi ini segera disensor oleh pemerintah PKT, sehingga kebenarannya sulit diverifikasi. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


