Tembus 44℃! Henan, Tiongkok,  Terus Mengalami Suhu Tinggi Selama 8 Hari ke Depan Hingga Memecahkan Rekor Sejarah

Belakangan ini, beberapa provinsi di Tiongkok mengalami gelombang panas ekstrem. Mulai 12 Juli, cuaca panas dan lembab berskala nasional kembali terjadi, meliputi wilayah dari Tiongkok Utara, Huanghuai hingga Selatan, dengan suhu di banyak tempat melebihi 40℃ dan sangat menyengat. Di antaranya, Provinsi Henan diperkirakan akan mencapai 44℃ pada 15 Juli, memecahkan rekor suhu tertinggi dalam sejarah.

EtIndonesia. Prakiraan Badan Meteorologi Henan, Tiongkok menyebutkan mulai 12 Juli, karena pengaruh tekanan tinggi subtropis dari Samudra Pasifik barat, sebagian besar wilayah Henan akan mengalami suhu di atas 37℃ dengan cuaca panas dan lembab dari 13 hingga 20 Juli. 

Periode puncak diperkirakan terjadi pada 14 hingga 16 Juli, dengan suhu tertinggi di beberapa kabupaten/kota di wilayah utara, tengah, timur, dan selatan melebihi 40℃, bahkan ada yang bisa mencapai atau melampaui 42℃. Di beberapa daerah tengah-selatan, suhu berpotensi memecahkan rekor tertinggi pada periode yang sama dalam sejarah.

Di ibu kota provinsi, Zhengzhou, suhu panas diperkirakan meningkat seperti “naik tangga”, dengan suhu maksimum mencapai 40℃ selama empat hari berturut-turut. Terutama pada 15 Juli, suhu bisa mencapai 44℃. Siang hari akan terasa seperti berada dalam kukusan raksasa, dan bahkan pada malam hari suhu terendah tetap mencapai 33℃, membuat rasa panas berlangsung sepanjang hari.

Henan sudah mengalami gelombang panas selama beberapa waktu. Pada 4 Juli, sebuah rekaman dashcam memperlihatkan jalan di Xui County tiba-tiba retak dan terangkat akibat panas, namun sebuah mobil berhasil menghindar tepat waktu. Pada pukul 09.00 pagi hari itu, peringatan merah gelombang panas dikeluarkan di wilayah tersebut dengan suhu beberapa desa dan jalanan mencapai lebih dari 40℃.

Pada 9 Juli, seorang kurir di kota Xinyang, Henan, mengantarkan paket dalam suhu hampir 40℃. Meski merasa tidak enak badan, ia hanya minum minuman dingin dan terus bekerja. Sore harinya, ia pingsan di atas sepeda listriknya dan akhirnya meninggal karena heatstroke (sengatan panas). Menurut dokter, saat dibawa ke rumah sakit, suhu tubuhnya lebih dari 40℃, terdapat pendarahan dari hidung dan mulut, serta mengalami kegagalan organ multipel.

Warganet Henan berkomentar, “Udara di Henan seperti membakar kulit”, “Seluruh Henan seperti tungku api”, dan “seperti kukusan”.

Suhu tinggi dan kekeringan juga menyebabkan kerusakan serius pada tanaman. 

 “Lihatlah cuaca di sini, sudah lebih dari sepuluh hari tanpa hujan. Tanaman hampir mati kekeringan. Kami menyiram ladang siang malam di bawah suhu 39℃, tetapi sumur-sumur di desa sudah kering, beberapa bahkan sudah tidak bisa dipakai,” ujar Seorang petani dari Shangcai County, Zhumadian, Henan mengeluh. 

“Kalau dalam seminggu ini tidak turun hujan, tanamannya benar-benar akan mati. Saya mohon, tolong adakan hujan buatan untuk menyelamatkan kondisi darurat ini,” lanjutnya. 

Tak hanya Henan, Badan Meteorologi Sichuan juga mengeluarkan peringatan biru pada pukul 11 siang tanggal 13 Juli. Diperkirakan antara 14–17 Juli, wilayah barat lembah Sichuan dan lima kabupaten lainnya akan mengalami suhu antara 35–38℃, sedangkan wilayah timur lembah bisa mencapai 38–40℃. Di kota-kota seperti Dazhou, Guang’an, Ziyang, Neijiang, Zigong, dan Luzhou, suhu lokal bisa melampaui 40℃.

Dalam beberapa pekan terakhir, setidaknya belasan provinsi di Tiongkok dari utara ke selatan mengalami gelombang panas berulang kali. Tak disangka, suhu panas justru semakin meningkat.

Pada 13 Juli, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan kuning untuk gelombang panas. Diperkirakan gelombang panas akan meluas ke selatan, meliputi wilayah Mongolia Dalam, Beijing-Tianjin-Hebei, Henan, Shandong, Anhui, Jiangsu, Hubei, Chongqing, Sichuan, dan lainnya. Di beberapa daerah, suhu maksimum akan mencapai 37–39℃, dan di sebagian wilayah barat Shandong serta timur laut Henan bisa melampaui 40℃.

Akun Weibo “Pecinta Meteorologi” memposting:  “Beberapa hari ke depan, gelombang panas akan makin meluas di Tiongkok. Wilayah seperti Tiongkok Utara, Huanghuai, Guanzhong (Shaanxi), Jianghuai, Jianghan, lembah Sichuan, tengah hingga hilir Sungai Yangtze, serta beberapa daerah di Jiangnan akan mengalami suhu tinggi, dengan kondisi panas dan lembab mendominasi. Hari paling ekstrim kemungkinan adalah 15 Juli, di mana beberapa daerah di Shaanxi, Henan, Shandong, dan Hebei bisa mencapai 40–42℃, dan beberapa tempat bahkan mungkin 42–44℃.”

Di Distrik Miyun, Beijing, seorang sopir truk menelepon layanan darurat 119 pada hari Sabtu lalu, meminta bantuan karena 260 ekor babi yang diangkut hampir mati kepanasan. Setelah disemprot air terus-menerus selama lebih dari 20 menit, babi-babi itu mulai kembali pulih. 

Beijing baru-baru ini juga mengalami cuaca “sauna”, dengan kelembapan udara sangat tinggi. Banyak warga mengeluh pakaian sulit kering, dan dinding serta lantai stasiun metro dipenuhi embun.

Sementara itu, dari Jumat hingga Sabtu minggu lalu (11–12 Juli), Provinsi Guangdong dilanda hujan lebat hingga sangat lebat di 307 kota dan kecamatan. Di antaranya, Pingshang Town di Kabupaten Jiexi mencatat curah hujan tertinggi di provinsi tersebut: 262,7 mm. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine