Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 50% terhadap barang-barang dari Brasil, toko kelontong Brasil di California mengalami lonjakan pembelian. Dalam akhir pekan kemarin, terjadi gelombang pembelian besar-besaran sebagai antisipasi kenaikan harga. Pemilik toko Sousa’s, Alberto Sousa, mengatakan biasanya Minggu tidak seramai ini dan memperkirakan pesanan akan turun hingga 50–60% ke depannya.
EtIndonesia.com. Menurut laporan Central News Agency (CNA) pada 13 Juli, toko kelontong Sousa’s di Mountain View, California, dipadati pembeli sejak siang hari.
Setelah pemerintah AS mengumumkan pada 9 Juli bahwa mereka akan mengenakan bea masuk 50% terhadap barang dari Brasil, imigran Brasil khawatir harga produk seperti kopi, cokelat, dan sosis akan melonjak.
Alberto Sousa mengatakan, harga kopi impor dari Brasil terus naik. Salah satu merek favorit warga Brasil, kopi Pilão, telah naik dari $4,99 menjadi $11,99 per 500 gram, naik lebih dari 140%. Ia khawatir tarif 50% akan menjadi pukulan telak bagi konsumen.
Gabriela Mattos, imigran asal Brasil, mengatakan kepada CNA: “Saya minum kopi Brasil setiap pagi. Brasil punya kopi yang luar biasa. Saya datang ke toko ini setiap minggu untuk beli.”
Ia menambahkan, “Kabar soal tarif 50% membuat kami sangat khawatir. AS mengimpor banyak barang dari Brasil. Sekarang saja kopi Brasil sudah sangat mahal.”
Suresh Kumar, pelanggan lainnya, juga mengatakan bahwa tarif 10–15% masih bisa diterima, karena hanya menaikkan harga sekitar 10 sen.
“Tapi 50% itu terlalu besar. Saya mempertimbangkan membeli produk dari negara lain, tapi rasanya tidak seperti kopi dari kampung halaman.”
Menurut Sousa, daya beli konsumen akan terus menurun, dan ia mungkin harus memangkas jumlah pesanan hingga 50–60%.
Tarif tinggi ini juga berdampak besar pada konsumen Amerika. Brasil adalah produsen kopi terbesar di dunia, dan sekitar 30% kopi yang dikonsumsi di AS berasal dari Brasil. Merek besar seperti Starbucks dan Peet’s Coffee menggunakan biji kopi asal Brasil, yang berarti mereka akan menghadapi tekanan biaya produksi yang lebih tinggi jika situasi ini berlanjut.
Presiden Trump mengumumkan pengenaan tarif 50% terhadap Brasil pada 9 Juli, yang memperburuk ketegangan hubungan dagang antara kedua negara. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


