Baru-baru ini, sebuah gunung es raksasa hanyut ke Pulau Greenland. Para penduduk di sana terbangun dari tidur dalam keadaan terkejut — gunung es tersebut berada tepat di depan rumah mereka.
EtIndonesia.com. Laporan New York Post menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir, sebuah gunung es raksasa hanyut hingga mencapai Innaarsuit, sebuah kota kecil di bagian barat Greenland.
Foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan gunung es menjulang tinggi di depan rumah-rumah kayu milik warga, menciptakan suasana yang sangat menekan dan mengkhawatirkan.
Seorang pekerja lokal bernama Dennis Leighton mengatakan bahwa biasanya, gunung-gunung es yang hanyut ke daerah itu akan melanjutkan perjalanannya dalam beberapa hari. Namun, gunung es kali ini telah berada di sana selama seminggu dan terus-menerus menabrak garis pantai.
📍Innaarsuit, North Greenland:
— Orla Joelsen (@OJoelsen) July 10, 2025
July 9, 2025.
A massive iceberg is drifting close to the harbor near the Royal Greenland fish factory.
Authorities urge caution:
– Avoid walking in large groups to the local store
– Vulnerable residents should be extra… pic.twitter.com/PdZV4efPqD
Meskipun bongkahan es yang jatuh dari gunung es ini kemungkinan tidak langsung jatuh ke daratan, dampaknya tetap membahayakan karena gelombang besar yang dihasilkan dapat menerjang pantai dan mengancam rumah-rumah warga.
Pejabat pemerintah daerah menyatakan bahwa jika gunung es tersebut pecah dan runtuh saat menghantam pantai, bisa terjadi kerusakan properti atau bahkan korban jiwa. Gelombang besar yang tercipta berpotensi merusak bangunan di tepi pantai, dan dalam skenario terburuk, rumah-rumah yang terletak di dataran rendah bisa tersapu oleh ombak.
Penduduk pulau kecil ini umumnya mengandalkan sektor perikanan untuk hidup. Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang melintas agar tidak mendekati gunung es tersebut, dan warga juga diimbau untuk menjaga jarak aman. Populasi pulau tersebut sekitar 150 orang.
Foto yang beredar di media sosial X menunjukkan gunung es raksasa sangat dekat dengan sebuah bangunan berwarna merah, yang diketahui adalah toko milik warga lokal. Dalam pengumuman resmi, pemerintah menulis,
“Dinas tanggap darurat menghimbau warga untuk tidak berbondong-bondong ke toko, dan meminta mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas agar sangat berhati-hati bila harus ke toko.”
Lehtonen, seorang pemilik bisnis perikanan, mengatakan, “Setelah pemerintah daerah mengeluarkan peringatan resmi, saya untuk sementara menutup pabrik pengolahan ikan dan toko kecil saya.”
Namun, Lehtonen menyebut tidak semua warga merasa terganggu dengan kehadiran gunung es tersebut.
“Saya sudah bertanya kepada beberapa warga tentang pendapat mereka. Ada yang khawatir, tapi banyak juga (termasuk saya sendiri) yang justru merasa agak bersemangat melihatnya.”
Ini bukan pertama kalinya gunung es raksasa “berkunjung” ke Innaarsuit. Pada tahun 2018, gunung es serupa juga pernah hanyut ke pelabuhan yang sama, dan saat itu beberapa penduduk sempat dievakuasi ke dataran lebih tinggi.
Beruntung, setelah beberapa hari diterjang angin kencang, gunung es tersebut akhirnya hanyut pergi dan tidak menyebabkan kerusakan berarti bagi wilayah setempat. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


