Rumor Menyebutkan Seorang Diplomat Partai Komunis Tiongkok Membelot  Hingga Bocorkan Rahasia,  Putin Marah dan Zhongnanhai Panik

Baru-baru ini, pakar hukum terkenal yang tinggal di Australia, Yuan Hongbing, mengungkapkan kepada Visiontimes bahwa pada akhir Mei tahun ini, seorang pejabat rahasia dari Kementerian Luar Negeri PKT membelot ke Rusia karena tidak puas atas penindasan dari atasannya. Ia membawa serta dokumen rahasia tingkat tinggi dan langsung menyerahkan diri kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dokumen tersebut membongkar bahwa Beijing telah sejak lama menyiapkan dua skenario untuk menghadapi kemungkinan keruntuhan rezim Rusia dalam perang Ukraina.

EtIndonesia. Isi dokumen yang diserahkan menunjukkan bahwa jika pemerintahan Putin runtuh, Partai Komunis Tiongkok (PKT) berencana mendukung Partai Komunis Federasi Rusia untuk mengambil alih kekuasaan, guna menghidupkan kembali pengaruh komunisme di Eropa. Jika langkah itu dihalangi oleh Amerika Serikat dan Eropa, maka Beijing akan mendukung Rusia Timur (wilayah timur Pegunungan Ural) untuk mendirikan “Federasi Rusia Timur” dan secara langsung mengirim pasukan untuk menguasai Siberia. Tujuannya adalah menciptakan kedalaman strategis dan basis energi sebagai persiapan untuk perang di Selat Taiwan.

Menurut kabar dari kalangan internal pemerintahan Beijing, pada pertengahan Juni, Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyerahkan diplomat pembelot tersebut, beserta istri dari atasannya yang ikut membelot, kembali kepada pihak Tiongkok. Selain itu, Rusia juga menyerahkan sebuah nota diplomatik resmi kepada Beijing, yang memperingatkan bahwa “Rusia adalah kekuatan besar yang tak tergoyahkan dan dilindungi oleh senjata nuklir.”

Yuan Hongbing menjelaskan bahwa insiden ini membuat pimpinan tertinggi PKT sangat panik, karena dokumen tersebut secara tidak langsung memberitahukan Putin bahwa jika situasi berubah, PKT siap menusuk Rusia dari belakang. Yang paling dikhawatirkan oleh Xi Jinping, kata Yuan, adalah Putin menjadi marah dan malah berbalik mendekat ke Amerika Serikat.

Yuan juga mengatakan bahwa hal ini menjelaskan mengapa pada 2 Juli, saat Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bertemu dengan pejabat Uni Eropa di Brussel, ia secara terbuka menyatakan bahwa PKT tidak dapat menerima kekalahan Rusia di Ukraina, karena jika Rusia kalah, maka Amerika Serikat pasti akan sepenuhnya mengarahkan kekuatan militernya ke Beijing. Pernyataan Wang Yi ini langsung mengguncang dunia internasional.

Saat ini, PKT dikabarkan sedang berupaya untuk menandatangani perjanjian rahasia dengan Putin saat kunjungannya ke Tiongkok pada  September, guna memberi dukungan penuh terhadap upaya Rusia mengembalikan pengaruh Soviet di Eropa. Sebagai imbalannya, Rusia akan menyediakan kedalaman strategis, suplai energi, dan bahkan markas kapal selam nuklir di kawasan Arktik selama perang di Selat Taiwan berlangsung.

Yuan Hongbing menekankan bahwa insiden pembelotan ini telah sepenuhnya membongkar watak PKT: “mengucapkan kata-kata manis, tapi melakukan kejahatan keji”, dan juga membuktikan bahwa seluruh strategi militer dan diplomatik Beijing pada akhirnya berpusat pada perang merebut Taiwan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Zhongnanhai : Kantor pusat dan komplek Partai Komunis Tiongkok

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine