Saat ini, hampir 20 provinsi di daratan Tiongkok sedang dilanda gelombang panas hebat secara luas dan terus-menerus. Sinar matahari yang menyengat membakar daratan. Kini, suhu udara di beberapa wilayah mencapai lebih dari 40℃ dan suhu permukaan tanah di banyak tempat melampaui 70℃. Warganet Tiongkok ramai-ramai berseloroh, “Tanahnya panas sampai bisa goreng telur,” dan “Rasanya seperti dibakar dalam tungku.”
EtIndonesia. Laporan dari China Weather Network menyebutkan dalam tiga hari ke depan lebih dari 20 provinsi dan kota akan menghadapi “uji bakar” gelombang panas. Pada 15 dan 16 Juli adalah periode dengan cakupan dan intensitas panas tertinggi. Suhu maksimum di Cekungan Sichuan, bagian barat Hubei, utara Hunan, dan Guanzhong di Shaanxi bisa melampaui 40℃, dan banyak daerah diprediksi akan mencetak rekor baru.
Pada 14 Juli, lima stasiun cuaca di Shaanxi dan Gansu mencatat suhu tertinggi baru untuk pertengahan Juli, yaitu di Xingping, Chang’an, Zhouzhi, Qindu (Xianyang), dan Xiahe. Xingping dan Zhouzhi bahkan mencetak rekor suhu tertinggi sepanjang bulan Juli.
Tanggal 15 Juli, suhu maksimum di beberapa bagian tenggara Henan, serta bagian tengah dan timur Hubei dan timur Hunan, diperkirakan akan melampaui 40℃. Suhu permukaan tanah meningkat drastis, dan suhu terasa (heat index) bisa melebihi 45℃. Di selatan Hebei, tengah dan barat Huanghuai, Jianghuai, serta Jianghan, suhu maksimum akan mencapai lebih dari 35℃, dengan suhu terasa antara 40–45℃.
Antara pukul 13.00 hingga 14.00 pada 15 Juli, banyak tempat mencatat suhu permukaan tanah yang “membakar kaki” — lebih dari 60℃, bahkan beberapa tempat lebih dari 70℃. Misalnya: Gaoling di Shaanxi 70,3℃, Xianyang 70,1℃, Yangxian 70,2℃ — suhu seperti ini jarang terjadi. Wugong di Shaanxi mencetak rekor suhu permukaan tanah tertinggi pertengahan Juli, yaitu 72,9℃, dan Lintong menyamai rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan 72,1℃.

Di Zhengzhou, Henan, suhu permukaan tanah juga menembus 72℃. Seorang reporter media daratan melakukan uji coba dengan menaruh penggorengan di aspal, lalu memecahkan telur, meletakkan beberapa udang dan daging babi di atasnya. Setelah dijemur selama satu jam, termometer menunjukkan suhu lebih dari 50℃. Telur mulai mengeras, udang berubah merah, dan daging terlihat setengah matang.
Pada 16 Juli, gelombang panas skala besar masih akan berlanjut. Wilayah dengan suhu terasa lebih dari 45℃ akan mencapai puncaknya — mencakup wilayah timur dan selatan Henan, utara Anhui, utara Jiangsu, tengah Jiangxi, utara Hunan, serta tengah dan timur Hubei. Di Jiangnan dan sebagian besar wilayah selatan, panas akan semakin meningkat. Di wilayah barat dan timur Guangdong serta selatan Zhejiang, suhu terasa bisa mencapai 40–45℃. Panasnya digambarkan seperti berada di dalam sauna — lembab dan menyiksa.
Pada 17 Juli, suhu tinggi di wilayah barat laut dan Huanghuai diperkirakan mulai menurun. Namun, seiring dengan meningkatnya suhu tinggi di wilayah selatan, daerah “panas menyiksa” akan bergeser ke Cekungan Sichuan, Chongqing, timur Guizhou, dan barat Guangdong.
Warganet Tiongkok berkomentar: “Henan sekarang jadi provinsi tungku, setiap hari panasnya luar biasa.”
“Saya di Henan, rasanya sudah seperti sate yang dipanggang.”
“Ya ampun, para pekerja lapangan harus bagaimana menghadapi panas begini?”
“Panasnya luar biasa!”
“Kalau ramalan cuaca bilang 40 derajat, artinya suhu sebenarnya bisa lebih tinggi lagi.”
(Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


