Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Lepas Pantai Alaska; Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa terjadi sekitar 80 kilometer di selatan Sand Point, di Semenanjung Alaska

EtIndonesia. Gempa bumi bermagnitudo 7,3 mengguncang lepas pantai selatan Alaska pada Rabu (16/7/2025) sore, mendorong pejabat federal untuk mengeluarkan peringatan tsunami.

Peta dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan bahwa gempa terjadi di Teluk Alaska, hanya beberapa mil di selatan wilayah terpencil di Semenanjung Alaska, sekitar 54 mil (±87 km) di selatan kota Sand Point, Alaska.

Sand Point berada di Pulau Popof, tepat di lepas pantai Semenanjung Alaska, yang juga dikenal sebagai Semenanjung Aleutian. Wilayah ini berjarak sekitar 600 mil (±965 km) di selatan-barat daya Anchorage, kota terbesar di negara bagian tersebut.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS mengeluarkan peringatan setelah gempa terjadi. Wilayah yang termasuk dalam peringatan mencakup sebagian besar Semenanjung Alaska, bagian dari Kepulauan Aleutian, dan wilayah lain di sekitar Teluk Alaska.

Secara spesifik, Pusat Tsunami menyatakan bahwa peringatan tersebut berlaku dari sekitar 40 mil (±64 km) barat daya Homer hingga Unimak Pass, dengan jarak total sekitar 700 mil (±1.125 km). Salah satu komunitas terbesar di wilayah tersebut adalah Kodiak, dengan jumlah penduduk sekitar 5.200 jiwa.

Departemen Kepolisian Homer mengunggah peringatan di akun Facebook-nya, menyatakan bahwa warga dari wilayah Kennedy Entrance (jalur air antara Pulau Kodiak dan Semenanjung Kenai) hingga Unimak Pass harus segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Pejabat di Anchorage mengumumkan melalui media sosial mereka bahwa tidak ada bahaya langsung yang mengancam kota itu, baik dari gempa maupun tsunami.

Di Unalaska, sebuah komunitas nelayan dengan sekitar 4.100 penduduk, pejabat daerah juga meminta warga untuk berpindah setidaknya  ±15 meter di atas permukaan laut, atau ±1,6 km  ke arah darat.

Sementara di King Cove, kota dengan sekitar 870 penduduk di sisi selatan Semenanjung Alaska, pejabat daerah mengirimkan peringatan agar warga di wilayah pesisir segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Divisi Manajemen Darurat Negara Bagian Washington mengatakan di platform X (dahulu Twitter) bahwa mereka masih mengevaluasi apa arti peringatan tsunami ini bagi wilayah pesisir negara bagian Washington, dan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan Pusat Peringatan Tsunami Nasional.

Menurut laporan USGS, gempa terjadi pada sekitar pukul 12:37 siang waktu setempat, dengan kedalaman sekitar ±19 km. Data USGS menunjukkan bahwa warga di sekitar Semenanjung Alaska melaporkan merasakan gempa tersebut.

Awalnya, gempa dilaporkan bermagnitudo 7,2, tetapi kemudian diperbarui menjadi 7,3 oleh USGS.

Menurut situs resmi Michigan Technological University, gempa dengan magnitudo 7,0 hingga 7,9 tergolong sebagai “gempa besar”. Sekitar 10 hingga 15 gempa besar seperti ini terjadi setiap tahun.

Sementara itu, “gempa dahsyat” adalah gempa yang lebih jarang terjadi, dengan magnitudo 8,0 atau lebih, yang menurut universitas tersebut, rata-rata terjadi satu kali setiap satu hingga dua tahun.

Seluruh Pantai Pasifik Amerika Utara, termasuk Alaska dan Pantai Barat AS bagian kontinental, berada di atas “Cincin Api”, yaitu sabuk tektonik yang membentang di sebagian besar Samudra Pasifik.

Menurut USGS, wilayah ini menampung sebagian besar gunung berapi di dunia dan mencatat 90 persen dari seluruh gempa bumi global.

Alaska sendiri memiliki sejarah panjang terkait gempa bumi dahsyat.

Sebuah gempa bermagnitudo 7,1 terjadi di dekat Anchorage pada November 2018, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka dan kerusakan puluhan juta dolar.

Secara khusus, sebuah gempa dengan magnitudo 9,2–9,3 mengguncang dekat Anchorage pada tahun 1964, menewaskan sekitar 130 orang. Gempa ini dianggap sebagai gempa terbesar kedua yang pernah tercatat di dunia, dan yang paling kuat dalam sejarah Amerika Utara.

Pada Desember 2024, terjadi serangkaian gempa dengan kekuatan sedang hingga kuat di wilayah Kepulauan Aleutian bagian barat Alaska dan wilayah lepas pantainya, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai “swarm” atau kawanan gempa.

Menurut Pusat Gempa Alaska, sebanyak sembilan gempa dengan magnitudo minimal 5,0 tercatat di atau dekat kepulauan tersebut dan di gugusan bawah laut di bagian selatannya pada l 8 Desember. (asr)

Laporan ini turut disumbangkan oleh Associated Press

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine