Seorang Mahasiswi Tiongkok di Malaysia Disayat di Tenggorokan oleh Pacarnya di Kampus, Ia Pernah Ditahan Sebelumnya

Pada 14 Juli 2025, terjadi insiden berdarah di kampus Subang Jaya Universitas Taylor, Malaysia. Seorang mahasiswa pria asal Tiongkok menyayat leher mahasiswi asal Tiongkok dengan pisau. Sebelumnya, pelaku diketahui pernah menyekap korban.

EtIndonesia. Laporan media lokal dan unggahan di media sosial Xiaohongshu, menyebutkan, pelaku penyayatan di sebuah kampus di Malaysia, adalah mahasiswa pria asal Tiongkok berusia 21 tahun. Sedangkan korban adalah mahasiswi asal Tiongkok berusia 20 tahun. Keduanya sebelumnya memiliki hubungan sebagai pasangan kekasih.

Video yang beredar di internet menunjukkan, seorang pria dan wanita terlibat pertengkaran hebat. Tak lama kemudian, pria tersebut kehilangan kendali emosinya, mengeluarkan pisau buah, lalu menyayat leher sang wanita. Korban langsung bersimbah darah dan terjatuh ke tanah dalam keadaan sekarat. 

Lalu, beberapa mahasiswa pria segera melumpuhkan pelaku, sementara mahasiswi lainnya berupaya menekan luka korban dengan tisu dan mencari bantuan dari petugas keamanan kampus.

Video juga memperlihatkan bahwa setelah melakukan penyerangan, pelaku masih menyeret dan menarik rambut korban. Para saksi dan petugas keamanan kampus akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku dan merebut pisau dari tangannya.

Menurut laporan, arteri leher kiri korban terluka parah dan dia segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan darurat.

Berdasarkan informasi yang beredar di internet, pelaku merupakan mantan pacar korban. Karena korban ingin putus, pelaku pernah datang bersama sekelompok pria untuk mengancam korban, memaksanya telanjang di rumah, dan menguncinya di dalam rumah tanpa diizinkan keluar.

Setelah berhasil melarikan diri, korban kembali ke kampus untuk mengikuti kelas, lalu mengalami penyerangan di lingkungan kampus.

Tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari ibu korban menyebutkan bahwa pelaku sebelumnya juga pernah membunuh seekor anak kucing dan mengancam korban agar tidak memutuskan hubungan.

Pada 15 Juli pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat, pelaku yang mengenakan jaket hitam tiba di pengadilan di bawah pengawalan polisi. Dia meninggalkan pengadilan sekitar pukul 11.50. Pelaku terlihat tenang, tidak panik, dan tidak menghindari kamera.

Kepala Kepolisian Subang Jaya, Asisten Komisaris Wong Azlan, menyatakan bahwa pada Selasa (15 Juli), polisi mendapat persetujuan untuk menahan pelaku selama 4 hari, dari l 15 hingga 18 Juli, guna membantu penyelidikan kasus ini.

Kasus ini memicu perhatian luas dari netizen Tiongkok. Banyak komentar menyayangkan insiden ini:
“Sekarang mungkin semua universitas di Malaysia tak mau terima mahasiswa asal Tiongkok lagi. Ini mencoreng nama baik bangsa.”
“Memalukan sampai ke luar negeri.”

(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine