EtIndonesia. Seorang seniman yang merantau dari Rusia ke Amerika demi mengejar mimpi, mengalami nasib buruk bertahun-tahun lalu. Kehidupannya tiba-tiba terpuruk hingga akhirnya dia menjadi tunawisma. Namun, dari semua yang hilang, satu hal yang tersisa — kemampuannya bernyanyi — justru menjadi titik balik dalam hidupnya.
Di sebuah stasiun kereta bawah tanah di Los Angeles, wanita ini mulai menyanyikan lagu klasik Italia. Suaranya yang indah memikat hati para penumpang yang lewat. Tak disangka, suara emasnya direkam oleh seorang petugas polisi, dan video itu diunggah ke Twitter.
Hanya dalam tujuh hari, video tersebut ditonton lebih dari 1 juta kali.
Suara yang Menghentikan Keramaian Kota
Stasiun metro di kawasan Koreatown, Los Angeles, hari itu seperti berubah menjadi panggung konser. Suara wanita itu melantunkan lagu klasik berjudul “O Mio Babbino Caro” — karya dari maestro opera Italia, Giacomo Puccini, yang ditulis tahun 1918.
Saking memukaunya suara soprano yang dia lantunkan, video yang diunggah oleh petugas dari Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) langsung viral.
Emily Zamourka: Si Penyanyi Jalanan yang Kini Mendunia
Nama wanita itu adalah Emily Zamourka, seorang musisi dan penyanyi berusia 52 tahun.
“Aku benar-benar tidak percaya ini semua terjadi,” kata Emily. “Awalnya aku tidak tahu sama sekali. Ponselku sangat sederhana dan tidak ada koneksi internet. Lalu orang-orang mulai menelpon dan berkata, ‘Hei, kamu masuk TV!’”
Meski mendadak terkenal, kenyataannya hidup Emily sedang berada di titik paling sulit. Dia hidup di jalanan, membawa barang-barangnya dalam kantong plastik besar ke mana-mana.
Emily menguasai biola dan vokal klasik sejak kecil. Dia tumbuh di Rusia, lalu pindah ke Los Angeles pada tahun 1992, berharap bisa menjadi penyanyi dan performer profesional. Selama bertahun-tahun, dia mencari nafkah dengan mengajar piano, menyanyi, dan bermain biola di tempat umum.
Namun, tiga tahun lalu, hidupnya berubah drastis — Biola kesayangannya yang bernilai lebih dari 10.000 dolar AS dirampas paksa di jalanan. Tak lama kemudian, dia jatuh sakit parah dan harus menjalani perawatan medis yang menguras seluruh tabungannya. Dia terlilit utang dan akhirnya kehilangan tempat tinggal.
“Saat itu aku masih muda, punya mimpi dan rencana hidupku sendiri,” ujar Emily. “Tapi kemudian musibah besar terjadi. Aku menderita sakit berat.”
Emily sempat dirawat intensif di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles. Dia harus menggunakan beberapa selang makan dan akhirnya dipasang alat pacemaker (pengatur irama jantung) untuk menyelamatkan nyawanya.
Dunia Turut Menolong Sang Penyanyi
Setelah videonya viral, banyak orang merasa tergerak untuk membantu.
Para netizen membuat halaman penggalangan dana di GoFundMe untuk membantu Emily keluar dari lilitan utang dan kembali ke kehidupan normal. Hanya dalam waktu 6 hari, lebih dari 2.000 orang telah berdonasi, mengumpulkan dana lebih dari 67.000 dolar AS — atau sekitar Rp 2,08 miliar.
Tak hanya itu, Emily juga diundang tampil dalam acara pembukaan kawasan bersejarah “Little Italy” di distrik San Pedro, Los Angeles.
Penampilan itu menandai awal dari babak baru dalam hidupnya — Dari seorang wanita yang kehilangan segalanya dan hidup di jalanan, menjadi sosok inspiratif yang kembali disambut dunia dengan tangan terbuka.
Penutup: Suara yang Menghidupkan Harapan
Kisah Emily Zamourka menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. Bahwa di balik setiap wajah lelah di jalanan, bisa saja tersembunyi bakat yang luar biasa — dan masa lalu yang penuh impian.
Sebuah suara dari sudut stasiun, mengingatkan kita:
Kadang dunia hanya butuh satu momen kecil, satu orang yang percaya, untuk mengubah hidup seseorang sepenuhnya.
Emily tak hanya menyanyi untuk bertahan hidup — Dia menyanyi untuk memulai hidup baru.(jhn/yn)


