Wanita Argentina Ciptakan Helm Es, Berhasil Cegah Rambut Rontok Saat Kemoterapi

EtIndonesia. Seorang wanita asal Argentina yang pernah menderita kanker payudara berhasil membalikkan nasib yang biasanya dialami pasien kanker saat menjalani kemoterapi—yaitu rambut rontok. Dia menciptakan sebuah helm berisi kantong es yang menjaga kulit kepala tetap dingin, sehingga mencegah obat kemoterapi masuk ke folikel rambut. Hasilnya: rambut panjangnya tetap utuh.

Kini, helm penemuan ini telah membantu lebih dari 60.000 pasien kanker di seluruh dunia.

Dari Kulkas ke Harapan

Di rumahnya, Esther Estrada, seorang desainer grafis asal Argentina, membuka kulkas dan mengambil kantong-kantong es. Dia bukan sedang mengompres luka—melainkan sedang merakit helm es rakitannya sendiri.

Helm ini dirancang khusus agar kulit kepala tetap dingin, yang bertujuan mencegah kerontokan rambut akibat kemoterapi.

Berjuang Melawan Kanker, Menyelamatkan Rambut

Tahun 2009, pada usia 41 tahun, Estrada didiagnosis menderita kanker payudara. Dia bertekad kuat untuk mengalahkan penyakit tersebut—tanpa harus kehilangan rambut panjang pirangnya.

Maka, lahirlah helm yang dia sebut sebagai “helm anti-rontok”.

“Setelah saya sembuh dari kanker, saya sangat gembira,” tutur Estrada. “Saya bilang ke dokter: saya tidak akan menyimpan helm ini hanya untuk diri sendiri. Saya ingin semua orang punya kesempatan untuk mempertahankan rambut mereka—seperti saya.”

Dari Ide Pribadi Menjadi Harapan Global

Lebih dari 10 tahun berlalu, helm buatan Estrada kini telah menjadi alat bantu nyata bagi lebih dari 60.000 pasien kanker di berbagai negara: Argentina, Chili, Meksiko, Spanyol, hingga Amerika Serikat.

Seorang pasien kanker, Vanina Pelliccia, menjelaskan: “(Memakai helmnya) sangat nyaman. Sama sekali tidak merepotkan. Rasanya memang dingin di awal, saat pertama dipakai. Tapi bagi saya, rasa dinginnya masih bisa ditoleransi. Bukan dingin yang menyiksa atau membuatmu tidak sanggup menghadapinya.”

Dapat Persetujuan Resmi dan Diadopsi Rumah Sakit

Tahun 2017, helm ciptaan Estrada mendapatkan persetujuan resmi dari Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat. Sejak saat itu, semakin banyak rumah sakit besar di Argentina mulai menggunakan metode ini dalam prosedur kemoterapi.

Dr. Gonzalo Recondo, dokter spesialis onkologi, menjelaskan prinsip kerjanya: “Efek helm ini didasarkan pada suhu rendah yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Dengan menyempitnya pembuluh darah, obat kemoterapi tidak bisa masuk ke folikel rambut, sehingga rambut tidak rontok.”

Helm Es Harus Digunakan Sejak Sesi Kemoterapi Pertama

Agar efektif, helm ini harus digunakan sejak sesi kemoterapi pertama, dengan suhu yang dijaga tetap pada -20°C dan diganti setiap 30 menit sekali.

Pasien kanker lain, Mariangeles Fernandez, menambahkan: “Kita harus memasukkan helm ini ke dalam kulkas dua hari sebelumnya. Saya tahu menyatukan kantong-kantong es ini butuh usaha. Tapi semua itu sangat layak dilakukan, karena helm ini membuatmu melawan penyakit dengan cara yang berbeda.”

Dari Pasien Menjadi Pembicara dan Penulis Inspiratif

Kini, Esther Estrada telah bertransformasi menjadi seorang pembicara motivasi. Dia juga sedang menulis buku untuk membagikan kisah hidup dan semangatnya melawan kanker, sekaligus untuk menginspirasi sesama pejuang kanker di seluruh dunia.

Setiap hari, dia meluangkan waktu beberapa jam untuk menjawab pesan-pesan dari pasien kanker yang bertanya tentang penggunaan helm ciptaannya.

Kesimpulan: Inovasi yang Lahir dari Harapan

Helm dingin ini bukan sekadar alat medis, tapi lambang harapan dan kekuatan pribadi. Dari keputusasaan menghadapi kanker, Esther Estrada tidak hanya menyelamatkan rambutnya sendiri, tapi juga menyentuh puluhan ribu nyawa di berbagai belahan dunia.

Dan semuanya, berawal dari sebuah lemari es dan keberanian seorang perempuan.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine