Kepala NATO Peringatkan Tiongkok, India, dan Brasil Soal Sanksi Terkait Perdagangan Minyak Rusia

Sekjen NATO Mark Rutte menyerukan kepada para pemimpin negara-negara tersebut untuk mendesak Moskow menyetujui kesepakatan damai guna mengakhiri perang dengan Ukraina.

EtIndonesia. Para pembeli minyak Rusia—termasuk Tiongkok, India, dan Brasil—dapat terkena sanksi sekunder “dalam skala besar,” kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Selasa (15/7/2025), seraya mendesak para pemimpin negara-negara tersebut untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rutte menyampaikan pernyataan ini saat kunjungan ke Washington, setelah Presiden AS Donald Trump pada 14 Juli mengatakan bahwa ia akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap negara-negara yang mengimpor minyak Rusia kecuali Kremlin menyetujui kesepakatan damai dalam waktu 50 hari untuk mengakhiri perang dengan Ukraina.

Berbicara dari Capitol Hill, kepala NATO tersebut menyebut pengumuman Trump sebagai langkah yang “sangat cerdas dan bijaksana.”

“Jika Anda tinggal sekarang di Beijing atau di Delhi, atau Anda adalah presiden Brasil, Anda mungkin ingin mempertimbangkan hal ini, karena dampaknya bisa sangat besar. Jadi, mohon lakukan panggilan telepon ke Vladimir Putin dan katakan padanya bahwa ia harus bersungguh-sungguh dalam pembicaraan damai, karena jika tidak, ini akan berdampak besar terhadap Brasil, India, dan Tiongkok,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa NATO akan “mencari pendanaan di Eropa untuk memastikan Ukraina memiliki segala yang dibutuhkan agar berada dalam posisi terbaik ketika pembicaraan damai dimulai.”

Menanggapi pernyataan Rutte di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan bahwa Beijing “dengan tegas menentang segala bentuk sanksi sepihak yang tidak sah dan yurisdiksi lengan panjang (long-arm jurisdiction).”

The Epoch Times telah menghubungi kementerian luar negeri India dan Brasil untuk meminta komentar.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, peringatan Trump mencakup tarif 100 persen terhadap barang-barang asal Rusia serta sanksi sekunder terhadap negara-negara yang mengimpor dari Rusia.

Sementara itu, 85 senator Amerika Serikat yang dipimpin oleh Senator Lindsey Graham  mendukung rancangan undang-undang yang akan memberikan wewenang kepada Trump untuk memberlakukan tarif hingga 500 persen terhadap negara mana pun yang membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.

Sejak Uni Eropa memberlakukan embargo terhadap produk minyak Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina, pembeli utama energi Rusia adalah Tiongkok, India, dan Turki, menurut analisis yang diterbitkan pada 11 Juli oleh Centre for Research on Energy and Clean Air yang berbasis di Finlandia.

Tiongkok dan India masing-masing membeli 47 persen dan 38 persen dari ekspor minyak mentah Rusia antara awal embargo pada Desember 2022 hingga akhir Juni 2025.

Dalam periode yang sama, Turki dan Tiongkok masing-masing membeli 26 persen dan 13 persen dari ekspor produk minyak olahan Rusia, menurut laporan tersebut.

Brasil memang bukan pembeli utama minyak mentah, gas, atau batu bara Rusia, namun membeli 12 persen dari produk minyak Rusia—menjadikannya pembeli terbesar ketiga setelah Turki dan Tiongkok.

Setelah pengumuman tarif dari Trump pada  Senin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa ia telah mengucapkan terima kasih kepada Trump “atas kesediaannya untuk mendukung Ukraina dan terus bekerja sama untuk menghentikan pembunuhan dan mewujudkan perdamaian yang langgeng dan adil.”

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan keesokan harinya bahwa Moskow ingin memahami alasan Trump menetapkan tenggat waktu 50 hari. Ia menambahkan bahwa Rusia telah menghadapi “jumlah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan “akan mampu bertahan” menghadapi sanksi-sanksi baru.

Dalam pertemuannya dengan Lavrov di Beijing menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) ke-25 di kota Tianjin yang berdekatan, pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada 15 Juli menegaskan kembali kemitraan kerja sama strategis komprehensif antara Beijing dan Moskow serta berjanji untuk memperkuat dukungan timbal balik di berbagai forum multilateral. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine