Tokoh Tionghoa Pro-Komunis di California Selatan Diduga Terlibat Jual Beli Anak Lewat Ibu Pengganti 21 Anak

Baru-baru ini, kota Arcadia—kota terkaya yang dihuni warga Tionghoa di California Selatan—diguncang oleh kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang penuh kejanggalan. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, ditemukan bahwa sebuah rumah mewah dihuni oleh 21 anak yang semuanya lahir dari ibu pengganti (surrogate) yang berbeda. Hak asuh seluruh anak tersebut dimiliki oleh seorang tokoh komunitas Tionghoa pro-komunis bernama Xuan Guojun, yang memicu kehebohan di masyarakat.

EtIndonesia. Dari Florida, Texas, hingga California, banyak ibu pengganti yang mengira mereka membantu sepasang suami istri mandul mewujudkan impian memiliki anak. Namun kenyataannya, semua anak itu dilahirkan untuk pasangan Tionghoa yang sama.

Kasus ini mencuat di sebuah rumah mewah senilai sekitar 4 juta dolar AS di Arcadia. Setelah laporan dugaan kekerasan bayi oleh pengasuh muncul, polisi mendatangi lokasi pada 7 Mei dan menemukan bahwa selain sepasang “suami istri” keturunan Tionghoa, terdapat 15 anak dan beberapa pengasuh di rumah tersebut. Para anak terlihat memiliki penampilan dan cara berpakaian yang serupa.

Hasil penyelidikan menunjukkan, terdapat 21 anak yang semuanya lahir dari ibu pengganti yang berbeda, dengan usia bervariasi dari 2 bulan hingga 13 tahun. Hak asuh hukum seluruh anak dimiliki oleh Xuan Guojun, ketua umum Kamar Dagang Xinjiang di AS sekaligus tokoh komunitas pro-Tiongkok, dan seorang wanita bernama Zhang Siwei (nama Inggris: Silvia Zhang, 38 tahun). 

Meskipun keduanya mengaku sebagai suami istri, petugas polisi Arcadia Kollin Cieadlo menyatakan bahwa tidak ditemukan dokumen yang membuktikan pernikahan mereka sah secara hukum. Sementara itu, pelaku utama dugaan kekerasan, pengasuh bernama Li Chunmei (56 tahun), masih buron hingga saat berita ini diturunkan.

Saat ini, ke-21 anak telah berada di bawah pengawasan Departemen Pelayanan Anak dan Keluarga (DCFS).

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa anak-anak ini berasal dari agen surrogasi bernama “Mark Surrogacy”, yang dijalankan oleh Zhang Siwei dan Xuan Guojun dan kini sudah ditutup. Beberapa pengacara menduga kuat bahwa pasangan ini menjadi perantara surrogasi bagi warga Tiongkok.


“Ini seperti peran ‘perantara tangan kedua’, membantu orang tua dari Tiongkok atau pihak-pihak lain yang membutuhkan untuk mengasuh anak-anak ini, dan ketika anak-anak dianggap cukup umur atau cocok, mereka akan dibawa ke Tiongkok. Kemungkinannya sangat besar,” ujar pengacara imigrasi, Chen Chuanchuang. 

“Ini benar-benar hal yang menyedihkan. Sangat mungkin para orang kaya di Tiongkok bersedia mempercayakan anak mereka kepada perusahaan surrogasi ini karena latar belakang pro-komunis pemiliknya. Namun masyarakat Amerika arus utama tidak menyadari bahwa tokoh-tokoh pro-komunis di AS sebenarnya telah menjadi ancaman bagi keamanan nasional,” katanya. 

“Jika tuduhan ini terbukti, maka ini bisa menunjukkan kepada warga Amerika bahwa isu ini bukan sekadar perbedaan pandangan politik—pro atau anti-komunis—melainkan berkaitan dengan kepentingan besar yang dapat membahayakan keamanan nasional. Jika kewarganegaraan AS dapat dibeli lewat cara seperti ini, itu jelas merugikan keamanan negara,” ujarnya. 

Ketika wartawan mengunjungi lokasi, beberapa tetangga menyatakan keterkejutannya karena sebelumnya tidak pernah melihat ada anak-anak di rumah tersebut. Lingkungan sekitar selalu terlihat tenang.

Warga sekitar, Nyonya Gu, mengatakan:  “Rasanya tidak bisa dipercaya. Harus ada rasa hormat terhadap kehidupan. Ketika Anda diberi kesempatan untuk memiliki anak dan diberi tanggung jawab untuk melindungi kehidupan baru, Anda seharusnya lebih menghargainya. Tidak bisa semena-mena hanya karena hukum memberi Anda hak. Itu tidak bermoral dan tidak manusiawi.”

Selain kasus kekerasan anak yang sedang diselidiki, kini juga beredar informasi bahwa FBI sedang mengarahkan penyelidikan ke dugaan perdagangan manusia lintas negara. (Hui/asr)

Laporan oleh Stasiun NTD Los Angeles

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine