Virus Menyebar di Tiongkok, Kematian Mendadak di Kalangan Anak Muda Meningkat, Guangdong Dilanda Wabah Baru

Wabah penyakit di Tiongkok belum mereda. Kasus infeksi virus COVID-19 tetap tinggi, dan jumlah kematian mendadak di kalangan anak muda terus meningkat. Baru-baru ini, provinsi Guangdong kembali dilanda wabah baru “Demam Chikungunya”, sebuah penyakit yang menyebar sangat cepat dan hingga kini belum ada vaksin maupun obat khususnya, sehingga memicu kekhawatiran publik.


EtIndonesia. Wabah Demam Chikungunya merebak di Kota Foshan, Provinsi Guangdong. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Guangdong, sejak kasus pertama ditemukan pada 8 Juli, dalam waktu satu minggu sudah terkonfirmasi 481 kasus. Namun, banyak pihak meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

 “Jika terinfeksi demam Chikungunya, kesehatan manusia dapat terganggu dalam banyak aspek. Pada fase akut, gejalanya meliputi demam tinggi sekitar 39 hingga 40°C, nyeri sendi yang hebat dan bengkak, serta gejala lain seperti mual, mata merah, dan berair. Jika muncul gejala jangka panjang, biasanya berupa radang sendi kronis dan bisa disertai komplikasi serius lainnya,” ujar Dr. Lin Xiaoxu, pakar virologi asal Amerika Serikat. 

Penyakit ini sangat cepat menyebar dan belum memiliki vaksin maupun obat khusus. Hingga 17 Juli, CDC di Wuhan dan Chongqing telah mengeluarkan peringatan terkait wabah demam Chikungunya, menambah keresahan masyarakat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demam Chikungunya dan demam berdarah sama-sama ditularkan melalui nyamuk, dengan gejala yang mirip dan dapat berujung pada kematian dalam kasus parah.

Dr. Lin Xiaoxu menambahkan:  “Meskipun ini terlihat seperti penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk, dampaknya terhadap manusia sangat jelas dan harus diwaspadai dengan serius.”

Selain itu, berbagai virus lain juga masih beredar secara bersamaan di Tiongkok. Data terbaru dari CDC Tiongkok menunjukkan bahwa COVID-19 menempati urutan pertama dalam lima penyakit dengan jumlah kasus tertinggi secara nasional.

Sejak pandemi merebak lima tahun lalu, virus corona terus bermutasi di Tiongkok, dan pemerintah PKT dituduh terus menyembunyikan fakta sebenarnya. Seorang dokter sekaligus blogger di daratan Tiongkok baru-baru ini mengungkapkan bahwa jumlah kasus kematian mendadak terus meningkat di seluruh negeri.

Seorang blogger Tiongkok memperingatkan:  “Teman-teman di wilayah selatan harap waspada, demam Chikungunya sedang menyebar tanpa ada vaksin atau obat khusus.”

Dokter blogger tersebut menyatakan:  “Mengapa sekarang begitu banyak kasus serangan jantung dan stroke, dan penderitanya semakin muda?”

Blogger lain mengatakan:  “Jumlah kematian mendadak juga tidak sedikit. Banyak orang usia 40-an, tetapi kondisi pembuluh darahnya seperti orang usia 70 tahun.”

Contoh kasus:

  • 13 Juli, influencer terkenal asal Baoji, Provinsi Shaanxi, Guo Jianfeng, meninggal mendadak di usia 41 tahun.
  • 7 Juli, penulis terkenal Fu Guoyong, meninggal dunia karena serangan jantung di rumahnya di Hangzhou, pada usia 59 tahun.
  • 4 Juli, petugas polisi senior Tian Yu dari Lembaga Pemasyarakatan Lanzhou meninggal mendadak saat bertugas, di usia 45 tahun.
  • 18 Juni, pelawak terkenal Wu Di meninggal mendadak di usia 51 tahun.

Pada Agustus 2023, Master Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, pernah memperingatkan bahwa wabah COVID-19 terutama ditujukan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT), serta orang-orang yang mendukung, membela, atau bekerja untuk kepentingan PKT. Saat itu dikatakan bahwa banyak orang, termasuk yang muda, telah meninggal dunia.

Dalam artikelnya berjudul “Rasional”, Guru Li mengungkapkan cara menghindari bencana:
“Jauhi Partai Komunis Tiongkok yang jahat, jangan berpihak pada mereka, karena di baliknya ada setan merah. Tindakannya seperti preman, dan mereka telah melakukan kejahatan tanpa batas. Tuhan sedang mulai melenyapkan mereka. Siapa pun yang berpihak pada mereka akan disingkirkan.” (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine