“Gencatan Senjata Diumumkan” tapi Baku Tembak Klan Arab Badui vs Druze Terus Berlanjut, Lebih dari 900 Orang Tewas dalam Konflik Sweida di Suriah

Meskipun Presiden Sementara Suriah Ahmed Al-Sharaa telah mengumumkan gencatan senjata “segera berlaku” pada 19 Juli 2025, baku tembak antara kelompok bersenjata klan Arab Badui dan pasukan Druze di kota Sweida, Suriah selatan, masih terus berlanjut. Kota yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Druze itu mengalami peningkatan kekerasan sektarian sejak beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (19 Juli), bentrokan semakin sengit dengan suara tembakan senapan mesin dan mortir terdengar tanpa henti. Meski pemerintah mengklaim telah menetapkan gencatan senjata, pelaksanaannya tampak gagal. Jumlah korban tewas kini dilaporkan telah melampaui 900 orang.

EtIndonesia. Laporan Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan, dari lebih dari 900 korban tewas yang terdiri 326 orang adalah anggota bersenjata Druze dan 262 orang adalah warga sipil dari etnis yang sama. Di antara mereka, 182 orang dilaporkan dieksekusi langsung oleh aparat dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri Suriah.

Selain itu, korban tewas juga mencakup 312 personel keamanan pemerintah dan 21 orang dari klan Arab Badui, termasuk tiga warga sipil Badui yang dieksekusi oleh pasukan bersenjata Druze. Di samping itu, 15 anggota tentara pemerintah dilaporkan tewas akibat serangan dari Israel.

Pemerintah Suriah pada 16 Juli telah mengumumkan bahwa gencatan senjata “segera berlaku” akan diterapkan mulai 19 Juli di Kota Sweida, ibu kota Provinsi Sweida. Pasukan pemerintah ditarik dari kota yang dilanda kekerasan itu, dan pasukan keamanan dikerahkan ke wilayah selatan. Pemerintah juga menyerukan kepada semua pihak agar menghentikan pertempuran. Namun, suara tembakan masih terus terdengar.

Kondisi Lapangan pada 19 Juli 2025

  • Di kota Sweida, kelompok bersenjata dari suku Badui dan Druze masih terlibat dalam baku tembak. Foto-foto dari lokasi menunjukkan tubuh seorang pria tergeletak di jalan.
  • Wartawan Reuters mendengar suara tembakan di dalam kota dan melihat peluru menghantam desa-desa sekitar.
  • Reporter AFP menyaksikan puluhan rumah dan kendaraan terbakar. Dikatakan bahwa para milisi membakar bangunan setelah menjarah toko-toko.
  • Pada malam hari, juru bicara kelompok bersenjata Druze bernama Men of Dignity, Bassem Fakhr, mengatakan kepada AFP: “Tidak ada lagi keberadaan orang Badui di kota ini.”
  • Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan bahwa setelah pasukan keamanan dikerahkan, konflik di kota Sweida telah mereda dan para pejuang suku Badui telah mundur dari daerah tersebut.

(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine