EtIndonesia. Belakangan ini, warga Distrik Yuhang, Hangzhou, Tiongkok, melaporkan bahwa air ledeng di rumah mereka berbau busuk. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa air tercemar oleh “air limbah”.
Setelah beberapa hari bungkam, pihak pemerintah akhirnya merilis penjelasan resmi pada 19 Juli, menyebut penyebabnya adalah “senyawa sulfur dari penguraian anaerobik alga”. Namun, pernyataan ini menuai banyak keraguan publik.
Pernyataan Resmi dan Tanggapan Warganet
Pada 19 Juli, Pemerintah Distrik Yuhang, Hangzhou, mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa penyebab bau busuk adalah “senyawa sulfur dari penguraian anaerobik alga akibat kondisi cuaca tertentu”. Mereka juga menyebut isu “air tinja” yang beredar di internet sebagai “hoaks” dan mengatakan telah menindak penyebar informasi tersebut secara hukum.

Namun, penjelasan itu langsung menuai kritik luas di media sosial, termasuk di kolom komentar akun resmi CCTV di Weibo. Berikut sebagian pertanyaan dari warganet:
- “Kalau cuma alga, kenapa warna air berubah jadi kuning?”
- “Kenapa alga hanya ‘meledak’ di Distrik Yuhang saja?”
- “Pernyataan hanya menyebut ‘bau’, lalu bagaimana dengan warna hitam kekuningan dan benda asing di air?”
- “Apa maksud dari ‘kondisi cuaca tertentu’? Apakah sebelum-sebelumnya tidak ada musim panas atau alga?”
- “Apakah pipa air kita tersambung langsung ke danau atau sungai tanpa diproses oleh perusahaan air minum?”
- “Kenapa baru sore 16 Juli diumumkan, padahal pagi harinya sudah ada laporan bau tak sedap?”
Keraguan terhadap Sistem Pengolahan Air
Sejumlah warganet mengkritisi sistem pengolahan air minum:
- “Kalau sumber airnya memang sudah bermasalah, kenapa tidak terdeteksi oleh pihak pengolah air?”
- “Air baku bukan langsung disalurkan ke rumah. Sudah diproses di pabrik air, harusnya ada pemeriksaan kualitas sebelum disalurkan.”
- “Saya ingin tanya: apakah anggota tim penyelidik sudah minum airnya? Kalau iya, berapa banyak?”
- “Silakan wali kota Hangzhou dan kepala distrik Yuhang live streaming dan cicipi air ledeng ini.”
Bukti Video dan Pertanyaan Tambahan
Pada 19 Juli, warga Liangzhu di Distrik Yuhang mengunggah video yang menunjukkan benda asing muncul dari keran air. Mereka bertanya, “Kalau penyebab bau sudah dijelaskan sebagai sulfur dari alga, bagaimana menjelaskan benda asing ini?”


Analisis dari Netizen dan Pengamat
Seorang pengguna di situs Zhihu menulis: “Pemerintah memang sudah memberikan ‘penjelasan’, tapi masalah utama bukan soal ‘apa penyebab bau’, melainkan mengapa tidak ada deteksi dini dan penanganan cepat. Aktivitas alga adalah parameter yang seharusnya dapat dipantau di sumber air. Sistem penyediaan air yang matang seharusnya bisa mendeteksi ini sejak awal, memprosesnya melalui filtrasi karbon aktif, dan mencegah air tercemar masuk ke pipa warga. Jadi, ini bukan bencana alam, tapi lebih condong ke kelalaian dalam sistem peringatan dan pengolahan air.”
Netizen lain juga mengutip aturan dalam Peraturan Pengawasan Kesehatan Air Minum Domestik, menyebut bahwa jika memang disebabkan oleh alga, maka filtrasi dan desinfeksi seharusnya bisa menangani masalah ini dan tidak boleh sampai air jadi keruh dan berbau seperti ini.
Dugaan Insiden Seperti Tahun 2020
Ada pula yang menduga bahwa kejadian ini mirip dengan kasus kebocoran limbah pada 26 Juli 2020 di Desa Hubu, Distrik Xihu, Hangzhou. Saat itu, terjadi pencemaran air akibat pengelolaan limbah yang salah di tempat pengolahan sampah organik, sehingga limbah masuk ke pipa air bersih kota.
Warga pun mengaitkan kasus saat ini dengan kemungkinan kesalahan teknis atau sabotase serupa, meski pemerintah menampik dan tetap menyalahkan “alga”. (Hui/asr)
Laporan jurnalis Li Li – NTD


