Ketika kasus keracunan timbal massal di taman kanak-kanak Tianshui, Gansu, Tiongkok menarik perhatian luas warganet, Dinas Pendidikan Provinsi Gansu tetap bungkam meski banyak warga meminta klarifikasi. Namun, akun resmi mereka di Weibo justru membagikan laporan tentang anak-anak di Gaza, memicu kemarahan besar dari netizen. Postingan tersebut kemudian buru-buru dihapus.
EtIndonesia. Pada 8 Juli, di tengah kehebohan kasus anak-anak keracunan timbal di Tianshui, Gansu, Tiongkok, akun resmi Weibo Dinas Pendidikan Gansu malah membagikan berita dari CCTV tentang anak-anak Gaza yang terancam jiwa karena kekurangan obat, sambil menulis, “Kasihan anak-anak Gaza.”
Warganet pun menghujani unggahan itu dengan kecaman:
- “Salah alamat nangisnya!”
- “Tak tahu malu!”
- “Tak berperasaan!”
- “Benar-benar buta hati!”
- “Sudah tidak punya rasa malu sama sekali!”
Seorang warganet bernama “Zhishi Piaoliu” menulis artikel berjudul “Mengapa Dinas Pendidikan Gansu Buta Jarak Dekat Tapi Tajam Jarak Jauh?”, menyindir, “Dinas Pendidikan Gansu sepertinya mengalami gangguan penglihatan — tak bisa melihat timbal di Tianshui, tapi bisa menatap awan di Gaza.”
Artikel itu juga menambahkan, “Anak-anak keracunan timbal kejang-kejang di meja belajar, mereka tidak melihat. Tapi mereka malah sibuk ‘menyalakan lilin virtual’ untuk anak-anak Gaza. Ironis — rumah sendiri terbakar, tapi malah sibuk menggambar denah pemadam kebakaran untuk tetangga di seberang laut!”
“Setiap kenaikan angka timbal dalam darah anak-anak Gansu, adalah surat tuntutan yang terpaku di pintu Dinas Pendidikan!”
Setelah dihujani makian, Dinas Pendidikan Gansu dengan cepat menghapus postingan tentang Gaza.
Warganet menyindir lagi:
- “Kenapa dihapus? Merasa bersalah?”
- “Dinas Pendidikan Gansu lebih memilih hapus postingan soal Gaza, tapi tetap tidak mengeluarkan satu pun kalimat kepedulian terhadap anak-anak Tianshui. Betapa dinginnya mereka!”
Sebelumnya, pihak berwenang Tianshui mengklaim keracunan timbal disebabkan oleh pewarna makanan yang digunakan di dapur TK, tapi klaim ini luas diragukan masyarakat. Banyak warganet menuntut klarifikasi dari Dinas Pendidikan Gansu, namun mereka tetap diam.
Warganet juga mencatat, tidak hanya otoritas Gansu yang diam, tapi juga Kementerian Pendidikan Tiongkok. Media resmi pun hanya menyiarkan versi pemerintah Tianshui, tanpa menyuarakan pertanyaan dari keluarga korban dan masyarakat.
“Kementerian Pendidikan juga diam.”
“Tidak usah kaget, CCTV setiap hari juga begitu.”
Gansu Klaim Bentuk Tim Investigasi, Netizen: Cuma ‘Menyelidiki Diri Sendiri’
Menanggapi tekanan publik, pada 12 Juli, pemerintah Gansu menyatakan telah membentuk tim investigasi tingkat provinsi untuk menyelidiki kasus ini dan melibatkan pakar dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Ekologi dan Lingkungan, serta Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara.
Namun, warganet tidak percaya dan menyebut berbagai kasus sebelumnya juga tidak pernah mengungkap kebenaran, seperti kasus “4+4” di Rumah Sakit Xiehe Beijing, minyak goreng truk tangki, dan kasus kematian siswa Hu Xinyu di Jiangxi.
Komentar warganet :
- “4+4 bukan RS atau sekolah yang bongkar, gunanya apa?”
- “Gantung diri pakai tali sepatu, harapan palsu.”
- “Dulu dua truk minyak juga diselidiki pemerintah lokal? Sudah tahu jawabannya.”
- “Korban cuma bisa berdoa sendiri, terlalu banyak kejadian mirip, dan hasilnya nihil.”
- “Lihat saja kasus Fengxian dulu, semua serupa.”
Komentar lainnya:
- “Sama saja, semuanya sekongkol.”
- “Menyelidiki diri sendiri, jangan terlalu berharap.”
- “Apa ada orang tua korban dalam tim investigasi?”
- “Melihat tingkah laku mereka sejauh ini, jangan terlalu optimis.”
- “Terlambat, saat mereka beres-beres, ambil cuti, semua jejak sudah dibereskan, mereka bahkan sempat main mahjong beberapa putaran, apa yang mau diselidiki lagi? Tutup-tutupi, itu intinya!”
Sumber : NTDTV.com


