Skandal Air Kotor di Hangzhou, Tiongkok  Makin Meluas, Makanan Terkontaminasi Diduga Telah Tersebar ke Seluruh Negeri

Baru-baru ini, warga di Distrik Yuhang, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok mengeluhkan bau busuk dari air keran. Beredar kabar bahwa pipa air bersih telah tersambung ke sistem limbah, dan makanan yang tercemar air kotor itu diduga telah beredar secara nasional. Pihak berwenang mengklaim bahwa bau tersebut berasal dari senyawa sulfur yang dihasilkan oleh alga, namun penjelasan ini justru memicu gelombang kritik.

EtIndonesia. Pada 19 Juli 2025, otoritas Distrik Yuhang, Hangzhou, melaporkan bahwa pada 16 Juli pukul 08.00 pagi, pabrik Air Minum Renhe mendeteksi anomali pada indikator bau air. Setelah mengganti sumber air, kualitas air yang disuplai diklaim telah “berhasil dikendalikan dan air yang keluar dari pabrik aman”.

Laporan itu berdalih bahwa “tim investigasi yang terdiri dari para ahli nasional dan provinsi telah menyimpulkan bahwa bau tersebut berasal dari senyawa sulfur yang dihasilkan oleh dekomposisi anaerobik alga di bawah kondisi iklim tertentu.”

 “Pihak terkait buru-buru membantah kabar soal air kotor dan limbah tinja. Ini karena peristiwanya sangat serius. Mereka sengaja memperkecil masalah dan menggunakan istilah-istilah kimia yang rumit agar orang awam tidak paham. Tujuannya agar lolos dari tanggung jawab. Intinya mereka membayar ahli dan lembaga tertentu untuk ‘bekerja sama,” ujar sejarawan Tiongkok di Australia, Li Yuanhua. 

Namun, laporan resmi itu menghindari banyak pertanyaan kunci dan gagal meyakinkan publik. Netizen meragukan: jika benar hanya masalah alga, maka setelah melewati proses penyaringan di pabrik air, seharusnya hanya kualitas air yang terganggu, bukan sampai muncul bau busuk dan benda asing. Banyak yang menyebut penjelasan itu sebagai “esai kecil untuk menenangkan rakyat”.

 “Ini mirip dengan penanganan pandemi COVID dulu. Pemerintah selalu menutup-nutupi kebenaran karena takut akibat dari terbongkarnya fakta. Banyak kasus serupa di masa lalu—seperti kasus ‘wanita rantai besi’—yang akhirnya dibiarkan begitu saja,” ujar warga Tionghoa di AS, Liu Ao. 

Netizen ramai-ramai bertanya:

  • “Kenapa airnya jadi berwarna kuning?”
  • “Apakah alga hanya meledak di Distrik Yuhang saja?”
  • “Bukankah sebelumnya juga musim panas? Kenapa dulu tidak ada masalah alga?”
  • “Kalau sudah terdeteksi pagi, kenapa baru malam hari ada pengumuman dan tidak dijelaskan penyebabnya?”

Ada pula yang menyindir:

  • “Air baku itu bukan air minum. Setelah diproses di pabrik baru jadi air keran. Bukankah ada uji kualitas sebelum air didistribusikan?”
  • “Tim investigasi itu sendiri sudah coba minum belum? Minumnya berapa liter?”

Pada 16 Juli malam, warga Yuhang menemukan bahwa air keran di rumah mereka berbau, berwarna kekuningan, dan mengandung benda asing. Ada yang mengungkap bahwa katup pembuangan limbah diduga disambungkan ke jaringan pipa air bersih, menyebabkan air limbah dan tinja masuk ke rumah-rumah warga.

Beberapa netizen mengungkap, wilayah terdampak dihuni oleh berbagai pabrik barang kebutuhan sehari-hari, kosmetik, dan makanan, dan selama kejadian tidak ada informasi bahwa produksi dihentikan. Produk-produk ini dikhawatirkan telah dikirim ke berbagai wilayah di Tiongkok.

Pemerintah dalam pernyataan  19 Juli menyatakan: “Saat ini terdapat banyak rumor di internet, termasuk tentang ‘air tinja’, dan polisi telah menangani rumor tersebut secara hukum.”

Liu Ao menambahkan:  “Begitu mereka menyebut itu ‘rumor’, maka mereka berhak menindak hukum. Orang-orang yang menyebarkan kebenaran bisa mendapat ancaman dari pemerintah. Ini bentuk intimidasi terang-terangan: meskipun air keran busuk dan membahayakan kesehatan, kalian tetap tidak boleh menyebarkannya.”

Indikasi menunjukkan bahwa saat ini pemerintah mulai menyensor penyebaran informasi terkait. Video dan komentar banyak yang dihapus, bahkan ada akun warga yang diblokir oleh situs resmi.

Li Yuanhua berkomentar lagi:  “Jika bukan versi pemerintah, maka akan dianggap mengganggu ketertiban umum dan bisa dikenakan pidana. Ini adalah metode lama yang biasa digunakan Partai Komunis Tiongkok untuk menangani krisis—tidak ada pengawasan, tidak ada tanggung jawab, dan yang penting bisa lolos.”

Pada 19 Juli juga, seorang warga dari wilayah Liangzhu, Yuhang, mengunggah video yang menunjukkan air keran masih mengandung benda asing. Ia bertanya: “Kalau baunya berasal dari senyawa sulfur, lalu benda asingnya itu apa?”

Sebelumnya, pada 26 Juli 2020, kejadian serupa juga pernah terjadi di Distrik Xihu, Hangzhou. Saat itu, air keran di rumah warga desa Hubu juga mengeluarkan bau aneh. Setelah penyelidikan, ditemukan bahwa air limbah masuk ke jaringan pipa air kota akibat pelanggaran prosedur di lokasi pengolahan sampah organik Shuangpu. (Hui/asr)

Li Qian | R Chang Chun – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine